WartaParahyangan.com
Cianjur – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT, mengawali agenda Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 dengan kunjungan ke Kecamatan Ciranjang, Senin (15/9/2025). Kehadirannya disambut meriah oleh warga, pelaku seni budaya, serta para pendamping sosial, kepemudaan, dan pembangunan desa.
Reses di Desa Ciranjang berlangsung hangat dan penuh semangat. Warga menampilkan atraksi Maenpo (silat tradisional Sunda) hingga tari jaipong yang diperagakan anak-anak berprestasi, menjadi wujud nyata penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus bentuk apresiasi atas perhatian Metty terhadap dunia seni dan tradisi.
Tokoh budaya setempat, Wawan Kurnia, M.Pd., yang juga Ketua Sanggar Kutalaras, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Metty. “Kehadiran Ibu Ketua DPRD memberi energi positif bagi seniman lokal. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut,” ujarnya.

Kepala Desa Ciranjang, Deden Ependi, juga menegaskan dukungan penuh. Menurutnya, Metty tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi pada kehidupan sosial dan kultural masyarakat.
Pada kesempatan itu Metty yang juga Bendahara Umum DPD Partai Golkar Cianjur itu menekankan pentingnya penguatan budaya lokal sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Cianjur sudah memiliki landasan hukum yang jelas, yakni Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2020 tentang Penerapan Tiga Pilar Budaya Cianjur, serta Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaannya.

Perda tersebut mengatur tentang perlindungan, pengembangan, pemberdayaan, dan pemanfaatan budaya di Cianjur, yang meliputi tiga pilar utama: Ngaos (mengaji), Mamaos (tembang Sunda Cianjuran), serta Maenpo (seni bela diri pencak silat). Ketiga pilar ini menjadi identitas kultural masyarakat Cianjur sekaligus landasan penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Budaya adalah identitas dan ruh pembangunan. Saya ingin memastikan nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda agar percaya diri dengan jati dirinya,” tegas Metty yang juga Ketua DPW Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LAQI) Provinsi Jawa Barat tersebut.
Agenda reses Metty ini tidak berhenti di Ciranjang. Setelah menyerap aspirasi masyarakat Desa Kertajaya dan Desa Ciranjang hari ini, Metty akan melanjutkan rangkaian reses ke wilayah Kecamatan Mande pada Selasa (16/9/2025). Pagi harinya ia dijadwalkan bertemu warga Desa Ciandam, lalu siang hari melanjutkan ke Desa Kutawaringin.

Rangkaian reses kemudian berlanjut pada Rabu (17/9/2025). Metty akan menyapa masyarakat Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung pada pagi hari, lalu menutup agenda dengan kunjungan ke Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi pada siang hari.
Kegiatan reses ini menjadi bukti konsistensi Metty dalam mendekatkan diri dengan masyarakat di berbagai pelosok, menyerap aspirasi mereka secara langsung, serta memastikan pembangunan Cianjur berpijak pada kearifan lokal, landasan hukum yang kokoh, dan kebutuhan nyata warga.
Pada kesempatan itu juga Metty sempat memberikan bantuan berbagai alat kesenian dari kantong pribadinya seperti alat musik hadroh, kecapi dan sound bagi komunitas seni budaya di dapilnya meliputi Kecamatan Ciranjang, Bojongpicung, Mande, Sukaluyu dan Haurwangi.
Asep R. Rasyid

















