Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, Minta Penanganan Cepat dan Terukur Gagal Panen 120 Hektare di Ciranjang

WartaParahyangan.com

CIANJUR – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT., meminta pemerintah daerah melakukan penanganan cepat dan terukur atas peristiwa gagal panen yang melanda sekitar 120 hektare lahan pertanian di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Metty menilai kejadian tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan menyangkut langsung keberlangsungan ekonomi petani dan ketahanan pangan daerah. Ia menegaskan DPRD akan memberi perhatian serius agar petani tidak menanggung dampak berkepanjangan akibat kerugian produksi.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur menyatakan telah melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang mengalami gagal panen di wilayah Ciranjang. Pendataan dilakukan untuk memastikan luas lahan terdampak sekaligus mengidentifikasi penyebab utama kegagalan produksi.

Berdasarkan hasil sementara dinas, gagal panen dipicu oleh serangan hama burung pipit dan penyakit tanaman yang menyerang padi saat berusia sekitar 45 hari setelah tanam. Kondisi tersebut diperparah oleh pola tanam yang tidak serempak, sehingga tanaman menjadi lebih rentan terhadap gangguan hama.

Salah seorang petani di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, saat menunjuk hamparan tanaman padi yang diserang hama burung pipit.

Menanggapi hal itu, Metty yang juga Bendahara Umum DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu, menyatakan, langkah pendataan merupakan tahap awal yang penting sebelum pemerintah mengambil kebijakan lanjutan. Ia menekankan bahwa data yang valid menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan maupun perumusan program pemulihan bagi petani terdampak.

Menurut Metty, kejadian ini juga harus menjadi bahan evaluasi bersama terkait sistem pengendalian hama terpadu dan koordinasi pola tanam di tingkat kelompok tani. Ia mendorong adanya penguatan peran penyuluh pertanian agar pendampingan kepada petani lebih intensif dan berkelanjutan.

“Selain penanganan jangka pendek, tentu saja menyiapkan solusi jangka menengah dan ke depan, termasuk pemanfaatan teknologi pertanian yang ramah lingkungan serta peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman kiranya bisa menjadi perhatian kita bersama,” papar legislator dari Dapil IV termasuk Ciranjang dan sekitarnya itu.

DPRD Kabupaten Cianjur, kata Metty, berkomitmen mengawal kebijakan anggaran dan program pertanian agar berpihak pada perlindungan petani, termasuk mendorong optimalisasi asuransi pertanian, sehingga kejadian gagal panen tidak lagi sepenuhnya menjadi beban petani di masa mendatang.

Asep R. Rasyid