WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin secara resmi membuka International Job Fair 2026 di Kampus Universitas Nasional (UNAS) Pasim, Jalan Prana No. 8A, Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Ketua Yayasan Pasim Sukabumi Wati Purnaningrum, Rektor UNAS Pasim Prof. Dr. Armai Arief, unsur dunia pendidikan, dan perusahaan penempatan pekerja migran.
Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Pasim dan UNAS Pasim yang dinilai sejalan dengan Gerakan Nasional Pekerja Migran Aman.
Menurut Menteri, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasar global.
“Berdasarkan data Kementerian P2MI masih tersedia sekitar 300 ribu lowongan kerja luar negeri yang telah diverifikasi, namun baru sekitar 25 persen yang terisi,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Menteri, pemerintah menargetkan menyiapkan 500 ribu calon pekerja migran terampil dalam lima tahun ke depan melalui pelatihan yang dibiayai pemerintah, penguatan pendidikan vokasi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, LPK, dan dunia industri.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya menekan angka pengangguran melalui pembentukan lembaga pelatihan kerja (LPK), penguatan pendidikan vokasi, serta kolaborasi dengan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia.
“Kendala utama yang masih dihadapi calon pekerja migran adalah tingginya biaya penempatan, terutama bagi tenaga kerja bersertifikasi yang akan bekerja di perusahaan besar di luar negeri,” ujar Ayep.
Selain itu, lanjut Ayep, persoalan riwayat kredit atau SLIK dan pinjaman online juga kerap menghambat akses pembiayaan keberangkatan. Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi tengah mempelajari berbagai skema pembiayaan yang telah diterapkan di daerah lain.
“Saya berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan regulasi yang memungkinkan pemerintah daerah memberikan dukungan pembiayaan secara langsung kepada calon pekerja migran yang memenuhi syarat,” kata Wali Kota
Sementara itu, Ketua Yayasan Pasim Sukabumi Wati Purnaningrum mengatakan penyelenggaraan International Job Fair merupakan bagian dari komitmen Yayasan Pasim dalam memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional.

“Kegiatan ini juga untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global,” kata Wati.
Ada pun Rektor UNAS Pasim Prof. Dr. Armai Arief, dalam sambutannya mengungkapkan, tahun ini lebih dari 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja internasional di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, konstruksi, manufaktur, pertanian modern, perikanan, logistik, restoran hingga kapal pesiar.
Untuk itu, kata Rektor, Pasim menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya psikotes berbasis kecerdasan buatan (AI) secara gratis, akses pembiayaan melalui kerja sama dengan sejumlah perbankan, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem migrasi kerja yang aman, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Armai Arief.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri P2MI juga meresmikan SMK Pasim Go Internasional sebagai langkah strategis mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global secara legal dan profesional.
Jenal

















