WartaParahyangan.com
BANDUNG – Libur sekolah membawa berkah besar bagi sektor pariwisata Bandung selatan. Salah satunya objek wisata Kawah Putih di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, yang kembali dipadati wisatawan.
Lonjakan pengunjung bahkan mencapai 100 persen dibanding hari biasa, dan memicu kemacetan panjang di jalur menuju Bandung selatan.
Site Manager Kawah Putih, Budi Kamal mengatakan, peningkatan kunjungan mulai terasa sejak awal masa libur sekolah. Puncaknya terjadi di akhir pekan dengan jumlah wisatawan menembus lebih dari lima ribu orang dalam sehari.
“Sabtu kemarin pengunjung kurang lebih 5.465 orang. Hari Minggu sampai jam 12.00 sudah mencapai 2.000 pengunjung. Kalau dirata-rata, kenaikannya mencapai 100 persen dibandingkan hari biasa,” kata Budi Kamal kepada wartaparahyangan.com, Minggu (5/7/2026).
Menurut Budi, Kawah Putih masih menjadi magnet utama wisata di Bandung selatan. Meski daya beli masyarakat disebut melemah, minat berlibur ke destinasi alam ini tidak menunjukkan penurunan berarti.
Daya tarik utamanya tetap panorama danau kawah berwarna hijau tosca yang dikelilingi hutan seluas 82 hektare. Wisatawan juga berburu sunrise dari kawasan Sunan Ibu yang berada di ketinggian lebih dari 2.300 mdpl.

“Kami buka mulai pukul 04.00 WIB karena banyak pengunjung yang sengaja datang untuk berburu sunrise di Sunan Ibu. Selain itu, mereka juga bisa berjalan di jembatan ponton yang menjorok ke tengah danau untuk menikmati keindahan Kawah Putih dari jarak dekat,” ujarnya.
Tidak hanya wisatawan domestik, Kawah Putih juga ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Mereka datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Papua, hingga Aceh. Sementara wisatawan asing didominasi dari Malaysia, negara-negara Eropa, Timur Tengah, dan Asia lainnya.
“Mayoritas pengunjung merupakan keluarga serta rombongan dari instansi baik pemerintah maupun swasta,” kata Budi.
Spot favorit pengunjung antara lain Jembatan Apung, Dek Sunan Ibu, dan shelter di plaza. Pengalaman terbaik didapat saat naik ke puncak Sunan Ibu di ketinggian 2.343 mdpl. Trek menuju puncak tergolong ramah pemula, hanya butuh 15-20 menit menaiki anak tangga dari pintu masuk.
“Meskipun sedikit lelah, pemandangan di puncak terbayar dengan eksotisme Kawah Putih yang menakjubkan,” katanya.
Untuk masuk, wisatawan dikenakan tiket Rp31.000 per orang. Kendaraan roda empat dipungut Rp179.000. Bagi pengunjung yang datang dengan bus atau motor, tersedia shuttle ontang-anting dengan tarif Rp31.000 untuk tiket masuk dan Rp32.000 untuk angkutan.

Budi juga mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga keselamatan, terutama saat musim kemarau.
Membludaknya wisatawan berdampak pada arus lalu lintas. Pantauan di lapangan, kendaraan mengular di sepanjang Jalan Raya Soreang-Ciwidey. Kemacetan terjadi mulai dari Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, hingga depan Alun-alun Ciwidey. Kendaraan yang melintas didominasi sepeda motor, mobil pribadi, dan bus pariwisata.
Salah satu wisatawan asal Jakarta, Deden Sudirman (60), mengaku sudah tiga kali datang ke Kawah Putih.
“Saya sudah tiga kali ke sini dan enggak pernah bosan. Duduk melihat danau sambil menikmati suasana membuat hati tenang. Selain itu, di sini juga banyak dijual belerang yang dipercaya bermanfaat untuk pengobatan penyakit kulit,” ujarnya.
Lonjakan kunjungan ini menegaskan bahwa Kawah Putih masih menjadi ikon wisata alam unggulan Kabupaten Bandung dan tetap jadi pilihan utama masyarakat menghabiskan libur sekolah.
Lily Setiadarma











