WartaParahyangan.com
BANDUNG – Ranca Upas di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, tetap jadi destinasi favorit yang menyuguhkan eksotisme dan romantisme khas Bandung.
Di ketinggian 1.700 mdpl, udara sejuknya yang menusuk di malam hari jadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Ranca Upas.
Apalagi saat ini kawasan wisata legendaris tersebut tengah berbenah, sehingga dipastikan Ranca Upas akan menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Barat.
Site Manager Ranca Upas, Jaka Ismawijaya, mengungkapkan pembenahan fokus di ikon utama, penangkaran rusa.

“Untuk pembenahan di penangkaran rusa alhamdulillah sedikit-sedikit sudah berjalan, ditata, dirapikan biar aesthetic dan kelihatannya rapi,” kata Jaka, Minggu (4/10/2026).
Ada 94 ekor rusa yang menjadi magnet kunjungan. Pengunjung tidak dikenakan tiket tambahan untuk masuk penangkaran, cukup membeli pakan wortel dan bisa langsung berinteraksi memberi makan rusa.
Tak hanya rusa, fasilitas camping juga naik kelas. Ranca Upas kini memiliki area campervan dan camperpark dengan fasilitas full, pengunjung tinggal masuk dan menikmati malam tanpa repot.
Tiket masuk pun tetap ramah di kantong, yakni Rp28.000 per orang dan camping Rp44.000.

“Berkunjunglah ke Ranca Upas, karena sekarang sudah mulai banyak perubahan dari segi tempat camping, kunjungan pun bisa ke kolam renang atau ke penangkaran rusa,” katanya.
Ia mengingatkan, karena suhu sangat dingin di malam hari, wisatawan yang ingin berkemah wajib membawa pakaian tebal, jaket, dan selimut.
Hal itu dirasakan Sarif Fatimahu, pengunjung asal Jakarta, yang baru pertama kali datang bersama keluarga.
“Kunjungan pertama liburan bersama keluarga, sama anak. Seru ya soalnya di luar dugaan dia (rusa) berani. Jadi pengalaman baru juga dan ini tempatnya juga oke,” ujar Sarif, Minggu (4/10/2026).

Sarif mengaku baru menjelajahi area penangkaran, namun sekilas melihat banyak potensi lain di Ranca Upas, mulai dari area camping yang luas hingga Bobocabin di area depan. Ia sempat berencana menginap di Bobocabin, namun urung karena membawa anak kecil.
Ia juga memuji kondisi rusa yang terlihat sehat, dan berharap ada variasi jenis rusa agar lebih edukatif.
“Untuk rusanya sendiri bagus kelihatan sehat-sehat. Saya juga kurang paham ini satu jenis atau varian, ya mungkin kalau ada jenis-jenis lain jadi bisa lebih bagus dan menarik dan biar bisa tahu juga,” ujarnya.
Lily Setiadarma











