WartaParahyangan.com
BANDUNG – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di Kabupaten Bandung. Pasundan Istri (PASI) Kabupaten Bandung menggelar sejumlah lomba untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemkab Bandung, Sabtu (22/8/2026). PASI mengusung tema “Melangkah Bersama Kobarkan Semangat ’45 untuk Membangun Negeri”.
Ketua PASI Kabupaten Bandung, Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi anggota PASI. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air, serta memperkuat silaturahmi antaranggota PASI dari berbagai kecamatan.
“Kegiatan hari ini kami awali dengan senam bersama dari tiap kecamatan, dilanjutkan dengan lomba nasi uduk dan lomba lagu Pop Sunda,” kata Rida. Ia menyebut lomba lagu Pop Sunda mendapat perhatian cukup besar. Sebanyak 48 peserta mengikuti lomba tersebut. Peserta berasal dari kalangan umum.
“Tujuannya untuk lebih memperkenalkan lagi Pasundan Istri kepada warga Kabupaten Bandung dan ke daerah-daerah lain,” ujarnya. Selain lomba Pop Sunda, PASI juga menggelar lomba tumpeng dan nasi uduk. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah organisasi. Perwakilan Paguyuban Pasundan turut hadir. Begitu pula Pasundan Istri Pusat dan Pasundan Istri Jawa Barat, serta perwakilan Gabungan Organisasi Wanita atau GOW hadir dalam kegiatan tersebut.
Rida berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat soliditas organisasi. Ia ingin seluruh pengurus PASI Kabupaten Bandung semakin kompak. “Mudah-mudahan ke depan para pengurus Pasundan Istri Kabupaten Bandung lebih solid lagi. Lebih erat dan lebih kompak lagi,” ujarnya.

Rida juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan donatur. Mereka ikut mendukung penyediaan hadiah dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saat ini semua hadiah juga dari para pengurus. Ada juga dari para donatur warga Kabupaten Bandung yang peduli kepada Pasundan Istri Kabupaten Bandung,” ujar Rida.
Penguatan Moral Bangsa
Ketua Umum PASI Pusat, Dr. Dra. Hj. Eni Sumarni, ST., M.Kes., memberikan apresiasi kepada PASI Kabupaten Bandung.
Menurut Eni, PASI Kabupaten Bandung tetap menunjukkan semangat dalam memperingati kemerdekaan. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menjaga kebersamaan organisasi.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus PASI Kabupaten Bandung. Menurutnya, pengurus telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan sumber daya untuk organisasi.
“Semoga segala yang sudah dikeluarkan tenaga, harta, dan pikirannya untuk Pasundan Istri Kabupaten Bandung dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.
Eni juga mengajak PASI melakukan refleksi terhadap kondisi bangsa. Ia menyoroti pentingnya menjaga moral dan kejujuran dalam kehidupan berbangsa. “PASI memiliki landasan nilai yang kuat melalui budaya Sunda. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi perempuan Pasundan dalam menjalankan perannya,” ucap Rida.
Pasundan Istri, lanjut Rida, didirikan oleh aktivis perempuan, Ibu Emma Puradiredja. “Beliau ingin mewujudkan wanita Indonesia yang selalu berada dalam koridor temahwadi,” ujar Eni.

Ia kemudian mengingatkan kembali filosofi yang menjadi pegangan PASI. “Pageuh ajeg panceg dina galur, tetep pageuh dina nu puguh, sangkan lampah bisa lempeng,” katanya.
Menurut Eni, filosofi tersebut mengandung pesan agar perempuan Pasundan tetap berpegang pada nilai dan aturan. Ia juga menyebut visi PASI yang mencakup berbagai karakter positif.
“Visi Pasundan Istri yaitu cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, junun, akur, teneung, dan ludeung,” ujarnya.
Eni menilai kondisi bangsa saat ini membutuhkan perhatian serius. Ia menyoroti persoalan kejujuran dan praktik korupsi yang menurutnya masih terjadi. “Di usia negara yang ke-81, kejujuran sudah mulai luntur. Para pemangku kebijakan yang diberi kesempatan mengatur dan mengelola negeri ini kebanyakan melakukan korupsi hampir di semua lini,” katanya.
Karena itu, PASI ingin ikut memperkuat kembali moral masyarakat. Eni menilai nilai budaya Sunda dapat menjadi salah satu pijakan.
“Pasundan Istri merasa prihatin. Untuk itu, dalam momentum hari kemerdekaan RI ke-81 ini, Pasundan Istri bertekad menggalang kembali dan membangun kembali moral bangsa dengan temahwadi yang ada dalam budaya Sunda,” ujarnya.
Dorong Perempuan Terus Berkarya
Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Paguyuban Pasundan, Dr. Ama Lusiana, yang mewakili Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi, menyebut PASI memiliki hubungan erat dengan Paguyuban Pasundan.
“PASI ini sebetulnya saudara kandung dari Paguyuban Pasundan. Kami bersama-sama tumbuh dan berkembang,” kata Ama.

Menurutnya, kedua organisasi memiliki semangat yang sama dalam membangun masyarakat Jawa Barat. Perempuan juga memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan zaman.
“Kami bersama-sama membawa masyarakat Jawa Barat agar bisa mandiri, bisa sehat, dan bisa produktif. Kami juga bersiap menghadapi segala macam perubahan zaman saat ini,” ujarnya.
Kemeriahan kegiatan juga terasa dari perwakilan PASI Kecamatan Cileunyi. Salah satunya datang dari bidang kesehatan, yang ikut menggelar penimbangan badan dan senam tera.
“Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, dari bidang kesehatan mengadakan penimbangan badan. Selain itu, ada senam tera untuk semua umur,” kata Leni Kusmeilani, pengurus PASI Kecamatan Cileunyi.
“Saya dari Cabang Cileunyi mengadakan lomba tumpeng juga. Semoga semuanya, anggota PASI, bisa menjalankan visi dan misi,” ujar Leni seraya berharap nilai-nilai PASI dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta lomba asal PASI Kecamatan Cileunyi, Bunda Yeti, ikut tampil dalam lomba lagu Pop Sunda. Ia bersama kelompoknya memilih lagu “Baluweng” untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Melalui tema “Melangkah Bersama Kobarkan Semangat ’45 untuk Membangun Negeri”, PASI berharap semangat kemerdekaan terus tumbuh. Semangat tersebut juga diharapkan hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
Lily Setiadarma

















