Pastikan Anggaran Terserap Tepat Sasaran, Pemerintah Kecamatan Ciwidey Monev Pembangunan Desa Sukawening

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Pemerintah Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan pembangunan di desa Sukawening yang bersumber dari keuangan desa tahun 2026.

Kegiatan monev tahap I ini dilaksanakan di Ruang Rapat Desa Sukawening pada Rabu (8/7/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Monev Kecamatan Ciwidey, Tatan Mulyana, SH.

Monev menyasar aspek administrasi, realisasi fisik, dan laporan pertanggungjawaban dana desa, Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD), serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Kepala Desa Sukawening H. Hamdani Sukmana.

“Hari ini kami melaksanakan monitoring dan evaluasi bantuan keuangan desa Sukawening tahap I. Ada pembagian tugas, pemeriksa SPJ pertanggungjawaban mulai dari DD, ADPD, dan bantuan keuangan khusus. Nanti ada tim yang turun ke lokasi,” ujar Tatan kepada wartaparahyangan.com saat ditemui di Desa Sukawening.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2026 terdapat penyesuaian anggaran. Dana desa tahap I yang cair ke Desa Sukawening sekitar Rp224 juta atau 60 persen dari total alokasi. Total dana desa tahun ini diratakan secara nasional menjadi Rp373 juta per desa, lebih kecil dibanding 2025.

Sementara untuk ADPD Desa Sukawening sekitar Rp600 juta dan sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai. Dari dana desa, ada 5 kegiatan fisik yang direncanakan. Dalam monev ini tim mengambil 1 sampel untuk ditinjau langsung ke lapangan.

Salah satu sudut di Camping Ground Puncak Kubang, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan tidak ada hambatan. Harapan kami pembangunan tepat sasaran dan sesuai dengan kegiatan di daerah masing-masing,” kata Tatan.

Ia juga berpesan kepada para kepala desa di Ciwidey agar menyesuaikan program dengan arahan Bupati Bandung, yaitu “kerja dengan ikhlas, lebih Bedas untuk menuju Indonesia Emas 2045”.

Fokus Pengembangan Wisata

Kepala Desa Sukawening, H. Hamdani Sukmana, mengatakan proses monev diawali dengan verifikasi administrasi oleh tim kecamatan, dilanjutkan peninjauan ke lokasi kegiatan yang dibiayai dana desa dan ADPD.

“Sebelum menganggarkan kami lakukan musyawarah desa bersama BPD, LPMD, RT, RW dan tokoh masyarakat. Tahun ini ada pemotongan anggaran, dana desa kita Rp370 jutaan dan tahap pertama 60 persen,” jelas Hamdani.

Salah satu fokus pembangunan 2026 adalah kawasan wisata Puncak Kubang. Dana dialokasikan untuk leveling, pengurugan lahan parkir, dan pemagaran aula di area camping.

“Ke depannya kami berharap Puncak Kubang bisa jadi daya tarik wisata. Di sana banyak view, bisa lihat sunrise, sunset, dan lautan awan. Mudah-mudahan banyak wisatawan yang berkunjung,” tambahnya.

Dengan adanya monev ini, Pemerintah Kecamatan Ciwidey berharap seluruh penggunaan dana desa di 2026 berjalan akuntabel, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Lily Setiadarma