WartaParahyangan.com
BANDUNG – Ratusan warga berdesak-desakan di halaman kantor Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (27/11/2025) pagi. Mereka mengantre pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900 ribu, terhitung Oktober, November, dan Desember 2025.
Kepala Desa Rawabogo, Cecep NA Prawira, mengatakan dalam penyaluran BLT Kesra kepada 800 Keluarga Penerima Manfaat KPM itu, pihak pemerintah desa hanya memfasilitasi saja dengan menyediakan aula balai desa sebagai tempat penyelenggaraanya oleh pihak PT POS secara langsung
Cecep menjelaskan bahwa BLT Kesra ini diberikan kepada masyarakat desa yang memenuhi kriteria tertentu, seperti keluarga kurang mampu dan rentan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi di desa.
“Pemerintah Desa Rawabogo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Cecep kepada wartaparahyangan.com, Kamis (27/11/2025).
Kasi Kesra Desa Rawabogo, Yusup Suprihat, mengungkapkan rasa syukurnya atas penyaluran BLT Kesra yang dari Kemensos. “Untuk Desa Rawabogo penerima manfaat kurang lebih 800 orang dari 15 RW. Masing-masing KPM menerima Rp900.000 untuk 3 bulan, Oktober, November dan Desember. Jadi perbulannya Rp300.000,” jelas Yusup.

Ia menyebutkan, penyaluran BLT Kesra itu seharusnya di kantor POS Ciwidey. Tapi karena jaraknya cukup jauh dari Desa Rawabogo, maka pembagian BLT Kesra dilakukan di kantor Desa Rawabogo.
“Memang pihak Kantor POS juga menyarankan mau disalurkan di kantor pos atau di kantor desa, itu diserahkan ke kita. Kami pun minta untuk Desa Rawabogo, penyalurannya di Desa Rawabogo. Ini untuk mempermudah para KPM, mengingat letak Kantor POS Ciwidey cukup jauh dari desa ini, apalagi yang tidak punya kendaraan, tentu harus pake ongkos,” tutur Yusup.
Ia menghimbau kepada para KMP agar bantuan tersebut digunakan untuk keperluan yang bermanfaat, karena di sana juga ada joblist-nya untuk yang penerima uang tidak boleh dibayarkan untuk hutang, dan pinjol. Jadi harus digunakan dengan baik.
Yusup juga mengungkapkan adanya data keluarga yang sudah diverifikasi, tapi yang muncul masih data lama. Padahal data yang sudah diverifikasi oleh operator desa, mereka tidak ada karena sudah meninggal dunia dan pindah alamat.
“Mungkin hal seperti itu bukan hanya di Desa Rawabogo, mungkin juga di desa-desa lain di Indonesia. Bagi yang sudah meninggal, BLT Kesra mungkin bisa diberikan ke ahli warisnya. Tapi bagi yang sudah pindah alamat dan NIK berbeda, kita retur saja. Di Desa Rawabogo yang diretur itu mungkin ada 35 orang dengan catatan orangnya tidak ditemukan, meninggal, dan NIK berbeda. Kalau yang sekarang menerima BLT Kesra, datanya memang sesuai,” papar Yusup.

Salah seorang KPM, Leni Rismawati, warga RW 10 Kampung Pasirangin, mengaku senang mendapat bantuan tersebut. “Alhamdulillah senang dapat rezeki, Rp900 ribu utuh tanpa potongan. Saya akan gunakan untuk membeli sembako, makanan dan keperluan penting lainnya,” ujar Leni.
Ia pun berterima kasih kepada pemerintah, khususnya kepada Kepala Desa Rawabogo yang memfasilitasi penyaluran BLT Kesra di kantor Desa Rawabogo, sehingga ia tidak perlu jauh-jauh datang ke Kantor POS Ciwidey.
Untuk diketahui, BLT Kesra 2025 merupakan bantuan tunai sebesar Rp900.000 untuk membantu keluarga berpendapatan rendah atau warga miskin. Bantuan itu diberikan kepada keluarga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN sendiri dapat berubah sesuai dengan kondisi penduduk. Perubahannya bisa disebabkan perpindahan, kelahiran, atau kematian serta perubahan tingkat ekonomi.
Lily Setiadarma











