WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memborong empat BBPMP Award dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan tersebut diberikan saat rapat konsolidasi daerah BBPMP Kemendikdasmen, di Hotel Ibis Trans Studio Kota Bandung, Jumat (13/2/2026).
Ke empat BBPMP Award 2025 tersebut yakni Kategori Pemerintah Daerah Pemberi Bantuan Pendidikan bagi siswa dalam SPMB Tahun 2025, Terbaik ke-2 kategori Pemerintah Daerah dengan Kinerja Terbaik dalam pencapaian APS usia 7-18 tahun dan penangan ATS lebih dari 35.000 anak tahun 2025.
Selanjutnya, Terbaik ke-2 Pemerintah Daerah dengan komitmen dan implementasi wajar 1 tahun pra-sekolah, Kategori Bunda PAUD Terbaik dalam mendukung program prioritas Kemendikdasmen tahun 2025.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan suatu kehormatan bagi Pemkab Bandung dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya yang peduli dan bergerak di bidang pendidikan.

“Karena memang pendidikan ini masih memerlukan peningkatan kinerja dan kolaborasi, juga inklusivitas yang tinggi dengan semua pihak. Bunda PAUD salah satunya yang mewakili stakeholder pendidikan di luar Pemkab Bandung, sesuai Asta Cita Pak Presiden Prabowo dan visi misi Bapak Bupati Bandung,” kata Asep Kusumah.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati mengaku suprise atas penghargaan yang diterimanya, karena sebelumnya tidak pernah menyangka.
“Tentunya ini suprise buat saya, karena memang di luar dugaan saya bisa menerima apresiasi dari Kemendikdasmen ini,” ucap Emma seusai menerima penghargaan tersebut.
Kendati sudah dinobatkan sebagai PAUD Terbaik Kemendikdasmen, namun Emma bertekad untuk terus berdedikasi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini di mana diwajibkan untuk mulai ikut satu tahun pendidikan prasekolah dan sudah memiliki Nomor Induk Sekolah (NIS), sebelum menjadi peserta Program Wajib Belajar 13 Tahun.
“Saya berharap dengan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi para Bunda PAUD baik di tingkat wilayah kecamatan maupun tingkat desa untuk terus memberikan kontribusinya di bidang pendidikan dengan cara giat melaksanakan sosialisasi dan edukasi pendidikan satu tahun pra sekolah,” ucap Emma.
Lily Setiadarma











