WartaParahyangan.com
BANDUNG – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Keuangan Khusus dan Banprov Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 melakukan kunjungan kerja ke Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Senin (8/12/2025).
Tim yang dipimpin Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., melalui Ketua Tim Monev yang juga Sekretaris Kecamatan Ciwidey, PanPan Risvan, S.Ip., M.Si., itu melakukan pengecekan administrasi dan fisik pembangunan yang menggunakan dana Banprov tersebut.
PanPan dan rombongan langsung menemui Kepala Desa Rawabogo, Cecep NA Prawira, melalui Sekdes Rawabogo, Gugum Sopian. Seluruh unsur pelaksana desa ikut hadir, mulai dari Tim Pelaksana Kegiatan, BPD, hingga Ketua LPMD. Mereka menyiapkan seluruh dokumen, sehingga proses verifikasi berjalan cepat dan terarah.
Untuk mempercepat kegiatan, tim membagi tugas menjadi dua. Tim pertama memeriksa administrasi dan Surat Pertanggungjawaban. Tim kedua meninjau fisik dan mencocokkan pekerjaannya dengan RAB.
PanPan Risvan menjelaskan pemerintah kecamatan ingin memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan. “Kami melaksanakan monitoring bantuan keuangan desa yang bersumber dari BKK. Desa juga menerima bantuan gubernur sebesar Rp130 juta, program Bunga Desa, dan Rembug Bedas Rp150 juta,” jelasnya.

Ia memfokuskan pemeriksaan pada bantuan gubernur senilai Rp130 juta yang digunakan untuk pembangunan jalan desa. Setelah meninjau lokasi, ia menilai kualitas pekerjaan sudah memenuhi standar.
“Lebarnya mencapai 2,80 hingga 2,90 meter, dan ketebalannya sekitar 12 sampai 15 sentimeter. Pemerintah desa memperhatikan mutu pekerjaan, dan kami memberikan apresiasi,” ujar PanPan.
PanPan juga menyampaikan harapan kepada desa agar menjaga keberlanjutan infrastruktur. Ia menyarankan pemasangan portal demi menghindari kendaraan berat yang dapat merusak struktur jalan.
“Kekuatan beton hanya sekitar lima ton. Kami khawatir kendaraan di luar batas itu masuk tanpa kontrol. Portal akan menjaga umur jalan,” tambahnya.
Tim teknis kecamatan ikut mendukung proses monitoring. Bawidi dan Wilman memimpin pemeriksaan administrasi. Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Usep, Kasi PSU Hendrik, dan staf Nana melakukan pengukuran ulang. Mereka mencocokkan ukuran fisik dengan rencana anggaran agar tidak muncul perbedaan.

Sekretaris Desa Rawabogo, Gugum Sopian, menjelaskan rincian pelaksanaan anggaran. Ia memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan. “Banprov hanya mengizinkan satu kegiatan fisik, yaitu pembangunan jalan desa dengan volume sekitar 49 meter kubik,” ujar Gugum.
Selain itu, ia menjelaskan penggunaan Bunga Desa. Desa memanfaatkan program itu untuk merenovasi enam unit Rutilahu dan satu unit MCK. Seluruhnya telah selesai dan warga sudah menikmatinya.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung dan Pak Gubernur KDM. Semoga beliau sehat dan terus mendukung pembangunan desa,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya jalan desa sebagai penghubung antara dua RW, yakni RW 4 dan RW 5. Jalur itu sering dipakai warga untuk kegiatan pertanian. “Jalan ini sangat penting untuk ekonomi warga. Petani dapat mengangkut hasil panen lebih mudah,” ujarnya.
Kasi Kesra Rawabogo, Yusup Suprihat, menguatkan penjelasan tersebut. Ia menceritakan kondisi jalan sebelum program berjalan. “Sebelumnya jalan rusak berat dan masih tanah merah. Setelah pembangunan, warga dapat melaluinya dengan nyaman,” kata Yusup.

Hal senada disampaikan Acep, warga RT 5 Kampung Legok Pari, yang merasa lega setelah melihat perubahan besar pada akses jalan. “Terima kasih kepada Pak Kades dan Pak Gubernur. Jalan ini dulu rusak, sekarang bagus,” ucapnya.
Warga lain, Ecep dari RW 5 Kampung Cisuren, menyampaikan hal serupa. “Saya berterima kasih kepada Pemerintah Desa Rawabogo. Jalan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Selama proses monitoring, tim kecamatan mencatat semua temuan lapangan. Mereka akan menyusun rekomendasi untuk kegiatan berikutnya, sehingga pemerintah desa dapat memperbaiki kekurangan teknis untuk pembangunan mendatang.
Pemerintah Kecamatan Ciwidey menegaskan komitmen untuk menjaga akuntabilitas seluruh program desa. Monitoring dilakukan secara berkala agar seluruh anggaran tepat sasaran. Pihak kecamatan juga mendorong desa lebih transparan dan lebih aktif melibatkan masyarakat dalam pengawasan.
Secara keseluruhan, monitoring ini menunjukkan bahwa pembangunan di Desa Rawabogo bergerak ke arah yang lebih baik. Jalan desa mulai meningkatkan mobilitas warga. Para petani dapat mengangkut hasil taninya lebih cepat.
Lily Setiadarma











