Penggunaan DD 2025 Tahap 1 di Desa Nengkelan Diperiksa Tim Monev Kecamatan Ciwidey

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Pemerintah Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terus memperkuat perannya dalam membina dan mengawasi pengelolaan keuangan desa. Ini antara lain dilakukan dengan menerjunkan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Desa Nengkelan, Kamis (10/7/2025).

Kedatangan Tim Monev ke desa itu untuk mengecek langsung pelaksanaan penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2025 Tahap 1.

Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara langsung. Ia menyampaikan bahwa kecamatan memiliki kewajiban untuk membina dan mengawasi pengelolaan keuangan desa agar seluruh proses berjalan sesuai peraturan perundangan.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik. “Tim monitoring ini bertugas memastikan bahwa dana desa digunakan dengan benar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Camat Nardi saat memberikan keterangan di Balai Desa Nengkelan.

Ketua Tim Monev Kecamatan Ciwidey, H. Aam Rahmat, S.Sos., M.Si., juga menjelaskan secara rinci tujuan kegiatan ini. Menurutnya, monitoring yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari kunjungan ke tiga desa, setelah sebelumnya tim menyambangi Desa Rawabogo dan Desa Panyocokan.

Ia mengatakan bahwa Tim Monev bekerja berdasarkan Peraturan Bupati mengenai petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Dana Desa, ADPD, dan BKK. “Hari ini, kami ingin melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang tertuang dalam RKPDES dan APBDES tahun 2025,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tim ingin memastikan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, hingga laporan pertanggungjawaban keuangan. “Kami ingin semua proses ini konsisten dan sesuai aturan. Kami juga ingin memastikan bahwa administrasinya mendukung transparansi serta tanggung jawab publik,” tegas Aam.

Kepala Desa Nengkelan, H. U. Saefulah, menyambut baik kunjungan dari Tim Monev Kecamatan. Ia menyampaikan bahwa dana desa tahap pertama tahun 2025 sebesar Rp458.419.000 telah dimanfaatkan untuk pembangunan fisik di tujuh titik wilayah desa.

Pemerintah desa memilih pembangunan jalan gang dan TPT karena kebutuhan akses warga di setiap RW sangat mendesak. Saefulah menjelaskan bahwa pembangunan ini tersebar di RW 1, 3, 6, 7, 9, dan 10, sehingga hampir semua wilayah desa merasakan dampaknya.

“Kami ingin pemerataan pembangunan. Alhamdulillah, sekarang setiap RW sudah mendapatkan satu titik pembangunan. Masyarakat merasa terbantu, terutama dalam akses jalan,” ujarnya.

Ketua Tim Monev Kecamatan Ciwidey, H. Aam Rahmat (kemeja batik) saat melakukan monev administrasi di Desa Nengkelan, Kabupaten Bandung, Kamis (10/7/ 2025). Foto Lily Setiadarma

Berikut rincian alokasi anggaran tahap 1 di Desa Nengkelan: (1) RW 01, Kp. Nengkelan: Jalan gang sepanjang 343 meter dengan anggaran Rp72.118.000, (2) RW 06, Kp. Sukasirna: Jalan gang sepanjang 272 meter dengan anggaran Rp57.638.000, (3) RW 09, Jalan gang sepanjang 460 meter dengan anggaran Rp94.343.000, (4) RW 03, Jalan gang sepanjang 150 meter dengan anggaran Rp66.604.000.

Kemudian, (5) RW 04, Babakan Muncang: Pembangunan TPT 68,74 m³ senilai Rp84.072.000, (6) RW 08, Kp. Ngamprah: Jalan gang sepanjang 110 meter dengan anggaran Rp29.086.000, dan (7) RW 10, Kp. Kinangki: Pembangunan TPT 48,3 m³ senilai Rp54.558.000.

Saefulah menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 85 persen. Ia optimistis seluruh proyek tahap 1 dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang.

Ridwan Solihin, Pendamping Desa Nengkelan, menyampaikan bahwa Tim Monev juga memantau pembangunan TPT di RW 04 sepanjang 125 meter. Ia menyebutkan bahwa progresnya telah mencapai sekitar 95 persen, menyisakan beberapa meter pengerjaan. “Pekerjaan ini berjalan lancar. Kami terus memastikan kualitas dan ketepatan pelaksanaan,” jelasnya.

Nana Karmana, petugas lapangan Tim Monev, turut memverifikasi hasil pembangunan secara fisik. Ia menjelaskan bahwa dari hasil pengukuran, volume dan kualitas pembangunan jalan gang terlihat sangat baik. “Secara visual, kualitasnya sudah bagus. Bahkan dari sisi volume, banyak pekerjaan yang melebihi target RAB,” ungkapnya.

Tim Monev Kecamatan Ciwidey saat melakukan pengukuran jalan gang di salah satu RW yang ada di Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey. Foto Lily Setiadarma

Ia juga melaporkan progres pembangunan TPT di RW 08 yang hampir rampung. Meskipun masih ada sisa 12 meter pengerjaan, Nana menyebut bahwa volume totalnya sudah mendekati target sesuai perencanaan.

Masyarakat Desa Nengkelan juga menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan ini. Ketua RT 01 Babakan Muncang, Lili, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia mengaku bahwa pembangunan jalan gang sangat membantu warganya.

“Dulu jalan ini rawan banjir. Kalau hujan, air menggenang dan masuk ke lahan sawah. Petani sering gagal panen. Sekarang, setelah jalan diperbaiki, air tidak lagi menghambat pertanian,” ujar Lili dengan haru.

Kegiatan monitoring ini menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Ciwidey secara aktif mengawal pelaksanaan Dana Desa di lapangan. Tim Monev tidak hanya menilai administratif, tetapi juga meninjau langsung hasil pekerjaan secara teknis dan fisik.

Pemerintah berharap agar seluruh desa terus menjaga kedisiplinan dalam perencanaan dan pelaksanaan. Dengan demikian, pembangunan desa akan berjalan efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Lily Setiadarma