WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 berlangsung khidmat di Ruang Pertemuan (Ruper) Setda Balaikota Sukabumi, Kamis (12/2/2026).
Hadir dalam acara itu Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, Kepala Cabang BJB Sukabumi, perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, dan perwakilan organisasi profesi wartawan seperti PWI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Dalam momentum tersebut, juga dilaksanakan pemberian santunan secara simbolis kepada ahli waris keluarga almarhum wartawan di Kota Sukabumi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas insan pers.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam sambutannya mengajak seluruh elemen, termasuk insan pers, untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi yang lebih maju dan berdaulat. “Dengan peringatan Hari Pers Nasional ini, bersama-sama kita membangun Kota Sukabumi. Dengan pers sehat, Sukabumi berdaulat, maka bangsa kuat,” jelas Ayep.
Ia menambahkan, peran pers sangat dibutuhkan dalam menyampaikan arus informasi yang konstruktif bagi masyarakat. “Mari bersama-sama kita membangun Kota Sukabumi. Peran insan pers sangat dibutuhkan dalam menyampaikan arus informasi. Bersama kita majukan Kota Sukabumi, mulai dari peningkatan SDM, peningkatan APBD hingga seluruh infrastruktur,” tandas
Sementara itu, Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani Saptari, menyebutkan bahwa usia 80 tahun PWI menjadi refleksi panjang perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia dalam mengawal dinamika bangsa.
“Delapan puluh tahun bukanlah usia yang singkat. PWI telah melalui berbagai fase perjalanan bangsa — dari masa perjuangan kemerdekaan, era pembangunan, hingga reformasi dan transformasi digital seperti saat ini,” katanya.
“PWI lahir sebagai bagian dari denyut nadi perjuangan bangsa, dan hingga hari ini tetap berdiri sebagai pilar demokrasi yang menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas pers. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, pers dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berimbang,” sambung Ikbal.
Menurut Ikbal, kebebasan pers merupakan kebebasan yang bertanggung jawab, bukan tanpa batas. Pers memiliki peran strategis dalam mencerdaskan masyarakat serta menjaga persatuan.
“Kami menyadari, kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas. Kebebasan pers adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Tugas kami bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerdaskan masyarakat, menjaga persatuan, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat,” ujar Ikbal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan jajaran Kepolisian atas kemitraan yang terjalin selama ini dengan insan pers. “Sinergi yang harmonis ini menjadi modal penting dalam menciptakan suasana kondusif serta mendukung pembangunan daerah yang transparan dan partisipatif,” katanya.
Jenal

















