Rayakan HUT ke-62, Golkar Kabupaten Bandung Santuni 150 Warga dan Gelar Wayang Bobodoran

WartaParahyangan.com

BANDUNG – DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 dengan menggelar berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya Sunda di Lembur Ambu Apon, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Sabtu (24/10/2026).

Mengusung tema “Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata Rakyat Sejahtera”, kegiatan tersebut diisi dengan khitanan massal, santunan kepada 150 anak yatim, kaum dhuafa, dan lansia, program beasiswa pendidikan, serta bantuan pemberdayaan kelompok usaha bersama dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perayaan juga dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional Sunda. Pagelaran Wayang Bobodoran bersama dalang Putra Giri Mukti menjadi salah satu acara utama yang menarik perhatian masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Dr. H. Sugianto, S.Ag., M.Si., mengatakan peringatan HUT ke-62 menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Selain gelar budaya, atas inisiatif Fraksi Golkar dari Dapil 4, Pak Haji Cecep Suhendar, kami juga menggelar kegiatan kemasyarakatan, mulai dari sunatan massal, santunan, hingga penampilan seni tradisional,” ujar Sugianto kepada wartaparahyangan.com saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia berharap berbagai program yang diperjuangkan Partai Golkar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. Ia juga menegaskan target partainya untuk menjadi pemenang di Kabupaten Bandung pada Pemilu 2029.

Ketua Panitia HUT ke-62 Golkar Kabupaten Bandung, H. Riki Ganesa, S.Hut., menjelaskan bahwa kegiatan di Desa Sukamanah merupakan bagian dari rangkaian perayaan di Daerah Pemilihan (Dapil) 4. Kegiatan tersebut memadukan gelar budaya dengan program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Riki, peringatan HUT tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, konsolidasi organisasi, dan militansi kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, H. Dagus, S.IP., menegaskan bahwa tema HUT ke-62 harus diwujudkan melalui perjuangan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Golkar bersama rakyat, karya nyata rakyat sejahtera. Itulah perjuangan yang harus terus kita lakukan demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman B. Sumantri, M.B.A., mengatakan perayaan HUT tahun ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan di sejumlah daerah pemilihan. Pola tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan sekaligus mendekatkan kader dengan masyarakat.

“Di usia 62 tahun ini, kita harus mendekatkan diri dengan masyarakat, berguna bagi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Firman.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menambahkan, rangkaian peringatan HUT ke-62 diawali dengan kegiatan tabur bunga di makam pahlawan, doa bersama, dan pemotongan tumpeng. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan olahraga, gelar budaya, serta berbagai program sosial.

Cecep menyebutkan, selain santunan kepada 150 anak yatim, kaum dhuafa, dan lansia, panitia juga menghadirkan program beasiswa pendidikan tinggi serta bantuan bagi kelompok usaha bersama. Khitanan massal telah dilaksanakan sehari sebelum acara puncak.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan agar Golkar menghadirkan karya nyata sehingga rakyat menjadi sejahtera. Kami mendekatkan diri kepada rakyat melalui seni-seni yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian Partai Golkar harus tetap konsisten dan terus kami lakukan, karena Golkar adalah milik rakyat,” ujar Cecep.

Ia menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui rangkaian peringatan HUT ke-62 ini, DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung berharap kegiatan sosial dan budaya dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan warga.

Pagelaran Wayang Bobodoran bersama dalang Putra Giri Mukti menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Sunda sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.

Lily Setiadarma

Leave a Reply

News Feed