Tim Monev Kecamatan Ciwidey Kunjungi Desa Nengkelan, Pastikan BKK dan Banprov 2025 Diterapkan Sesuai Ketentuan

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Ciwidey melanjutkan rangkaian pemeriksaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Banprov Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan melakukan kunjungan kerja ke Desa Nengkelan, Selasa (9/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Nengkelan dan menghadirkan unsur kecamatan, pemerintahan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.

Tim monev menyelaraskan agenda untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah terserap secara akuntabel. Desa Nengkelan berada dalam jadwal pemeriksaan keempat setelah Desa Ciwidey, Lebakmuncang, dan Rawabogo. Rangkaian ini berlangsung intensif, sehingga kecamatan dapat memantau progres pembangunan secara menyeluruh.

Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya ketaatan desa terhadap prosedur pelaporan. Ia menyampaikan bahwa tim bekerja maksimal sejak pemeriksaan desa pertama dan terus menjaga kualitas monev agar seluruh kegiatan di lapangan benar-benar sesuai rencana.

“Hari ini menjadi hari keempat pelaksanaan monev BKK di Desa Nengkelan. Tim kami sudah bekerja secara maksimal mulai dari Desa Ciwidey, Lebakmuncang, Rawabogo, hingga Nengkelan. Saya menyampaikan apresiasi karena mayoritas program di Desa Nengkelan sudah berjalan lebih dari 90 persen. Baik dari BKK, Banprov, maupun Rembug Bedas, semuanya menunjukkan progres yang sangat baik,” kata Nardi.

Ia mengakui pemerintahan desa memberikan penjelasan yang lengkap dan terbuka, sehingga tim monev dapat menilai secara objektif setiap program. Menurutnya, desa-desa lain yang belum masuk jadwal monev perlu menyiapkan dokumen serta paparan dengan baik.

“Kami berharap desa yang belum masuk agenda monev menyiapkan laporan selengkap mungkin. Tim monev hadir bukan hanya untuk menilai, tetapi juga untuk memberi gambaran dan solusi. Dengan begitu, seluruh desa dapat menyelesaikan kewajiban BKK sesuai aturan,” lanjutnya.

Ketua Tim Monev Kecamatan Ciwidey, Panpan Risvan (memakai rompi hitam) didampingi Kepala Desa Nengkelan, H. U. Saefulah, saat berdiskusi dalam kegiatan monev bantuan BKK dan Banprov Jabar 2025, di aula desa setempat. Foto Lily Setiadarma

Ketua Tim Monev Kecamatan Ciwidey, Panpan Risvan, S.Ip., M.Si., menjelaskan bahwa monev selalu berjalan melalui dua jalur pemeriksaan, yaitu fisik dan administrasi. Kedua tim ini bekerja paralel agar hasil evaluasi tetap objektif.

“Hari ini kami melaksanakan monitoring Bantuan Bunga Desa, BKK Rembug Bedas, serta Banprov di Desa Nengkelan. Sama seperti desa sebelumnya, kami membagi tim menjadi dua, yaitu tim fisik dan tim administrasi. Alhamdulillah untuk kegiatan fisik, seluruh pekerjaan selesai tepat waktu,” ujar Panpan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga sarana yang telah selesai dibangun. Seperti jalan atau gang yang sudah diperbaiki agar masyarakat menyepakati aturan pemeliharaan melalui musyawarah, sehingga manfaat bantuan pemerintah dapat bertahan lebih lama.

“Kami berharap masyarakat menjaga fasilitas yang baru selesai. Bantuan pemerintah hanya akan bertahan lama jika warga ikut memeliharanya,” ujar Panpan.

Kepala Desa Nengkelan, H. U. Saefulah, memaparkan capaian pembangunan berdasarkan sumber bantuan. Ia menjelaskan bahwa BKK Rembug Bedas telah selesai dengan spesifikasi panjang 173 meter dan ketebalan 15 cm. Selain itu, Banprov Jawa Barat juga mendukung pembangunan jalan sepanjang 115 meter dengan ketebalan 15 cm.

“Kami bersyukur karena seluruh fisik dari BKK Rembug Bedas dan Banprov sudah selesai. Untuk program Bunga Desa berupa MCK dan Rutilahu juga berjalan lancar. Pemerintahan Desa Nengkelan bersama masyarakat berterima kasih karena bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan warga,” ucap Saefulah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kegiatan pembangunan di desa, termasuk tokoh pemerintahan daerah.

Kepala Desa Nengkelan, H. U. Saefulah.

“Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan untuk warga Desa Nengkelan, mulai dari Rutilahu, MCK, hingga jalan dari BKK Rembug Bedas dan Banprov. Terima kasih untuk Bapak KDM, yang terus memberikan perhatian kepada desa kami,” tambahnya.

Perwakilan BPD Desa Nengkelan, Hilman Nurdin, S.Pd., menyebut kualitas pekerjaan sudah sesuai harapan dan mencerminkan keseriusan pemerintah desa dalam mengelola bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak KDM, Pak Deddy Mulyadi yang sudah memberikan bantuan. Jalan desa sepanjang 116 meter, pembangunan Rutilahu di enam titik, serta MCK satu titik berjalan baik. Kami berharap program ini terus berlanjut,” kata Hilman.

Ia menambahkan bahwa BPD mengawal proses dari perencanaan hingga pelaporan agar seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip transparansi.

“Kami melihat kualitas dan kuantitas pekerjaan berjalan baik. Pemerintah desa menjalankan tugas dengan serius, dan BPD mengawal dari awal sampai akhir. Untuk Bapak Bupati Bedas, kami berterima kasih. Mudah-mudahan program beliau terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih besar bagi Desa Nengkelan,” tuturnya.

Tokoh pemuda Desa Nengkelan, Sandi Taufik Hidayat, juga menilai pembangunan jalan rabat beton di Kampung Malanenggang membawa dampak besar bagi mobilitas warga. Sebelumnya kondisi jalan di Kampung Malanenggang sangat rusak dan menyisakan batu.

“Sekarang alhamdulillah sudah bagus berkat bantuan pemerintah. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Bapak KDM, yang sudah memberikan bantuan hingga terasa manfaatnya untuk menunjang perekonomian warga,” ujar Sandi.

Lily Setiadarma