WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui penyaluran Pemberian Makanan Tambahan bagi ibu hamil berisiko.
Program ini berjalan sebagai prioritas kesehatan desa dalam Tahun Anggaran 2025. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa ingin memastikan para ibu hamil Kurang Energi Kronis atau KEK menerima dukungan gizi yang lebih lengkap sejak awal kehamilan.
Penyaluran PMT menyasar 31 ibu hamil yang telah teridentifikasi melalui pendataan desa. Pemerintah desa membagikan paket PMT berisi beras, daging ayam, telur, kacang hijau, gula merah, santan, brokoli, wortel, dan susu UHT. Setiap paket mengikuti standar kebutuhan gizi harian untuk ibu hamil. Dengan komposisi tersebut, desa menargetkan peningkatan status gizi dan penurunan risiko stunting pada janin.
Kepala Desa Lebakmuncang, Diki Darmansyah, S.IP., menegaskan bahwa kegiatan ini membawa dampak besar pada kesehatan masyarakat. “Hari ini pemerintah desa menyalurkan PMT untuk 31 ibu hamil KEK selama 30 hari. Isi paketnya mencakup sayuran, telur ayam, daging ayam, dan berbagai bahan bergizi lainnya,” kata Diki kepada wartaparahyangan.com, di kantornya, Rabu (10/12/2025).

Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan ini secara maksimal. “Kami ingin kesehatan dan gizi ibu hamil meningkat. Kami juga berharap bantuan ini benar-benar mereka konsumsi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa PMT dapat menjadi langkah preventif yang lebih kuat. Karena itu, ia meminta para ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin. Menurutnya, kombinasi gizi baik dan pemeriksaan teratur mampu menjaga kesehatan ibu dan janin.
Ketua TP PKK Desa Lebakmuncang, Siti Anisa Sa’adiah Syamsuri, S.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran PMT hari ini berlangsung lancar. “Kami menyalurkan PMT untuk 31 penerima manfaat. Namun, 29 orang hadir langsung karena dua orang dari satu RW berhalangan,” kata Anisa yang memastikan seluruh paket tetap disalurkan sesuai data.
Ia juga memaparkan alasan penyusunan paket gizi yang lebih lengkap. “Kami memasukkan protein hewani, protein nabati, karbohidrat, dan kalsium. Kami ingin kebutuhan gizi ibu hamil terpenuhi secara seimbang,” jelasnya.

Anisa berharap bantuan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan janin. “Semoga ibu hamil dapat melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Ciwidey, Hj. Lala Siti Jamilah, S.Sos., M.Si., menilai Desa Lebakmuncang telah menjalankan peran penting dalam penanganan KEK. “Desa Lebakmuncang sudah memberikan PMT secara tepat untuk ibu hamil KEK. Semoga bantuan ini menambah gizi mereka dan menurunkan angka KEK bahkan hingga nol kasus,” katanya.
Hj. Lala juga berpesan agar para ibu hamil menjaga kesehatan, rajin ke posyandu, dan rutin memeriksakan kandungan ke bidan atau dokter.
Kasi Pelayanan Desa Lebakmuncang, Heri Abdul Aziz, menjelaskan bahwa penyaluran PMT ini menjadi tahap kedua dalam program kesehatan desa. “Tahap pertama kami menyalurkan PMT untuk balita. Hari ini kami fokus kepada ibu hamil KEK dengan jumlah penerima 31 orang,” sebut Heri.

Ia menilai konsistensi pendataan sangat membantu kelancaran program. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus memperkuat pemantauan kesehatan ibu hamil untuk mencegah peningkatan kasus KEK.
Salah seorang warga penerima, Siti Fatimah, ibu hamil dari RW 06 Lebakmuncang, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Alhamdulillah, PMT ini sangat membantu kami. Isinya lengkap, mulai dari susu, telur, sayuran, beras, sampai ayam,” ujar Fatimah seraya mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah desa.
Pemdes Lebakmuncang menargetkan penurunan angka stunting secara bertahap namun konsisten. Untuk itu, desa mulai memperluas edukasi gizi dan pemantauan kesehatan ibu hamil di setiap RW. Pemerintah desa berharap dukungan lintas lembaga semakin memperkuat sistem pelayanan kesehatan.
Dengan kolaborasi tersebut, desa optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mampu melahirkan generasi yang lebih kuat.
Lily Setiadarma











