The Diplomatic Forum, Wali Kota Sukabumi Sebut Kehadiran Para Duta Besar Perluas Jejaring Kerja Sama Global.

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Gala Dinner dalam rangkaian The Diplomatic Forum di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, akademisi, serta para duta besar dari berbagai negara sahabat.

Suasana Gala Dinner diisi dengan pertunjukan budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi lokal Kota Sukabumi, sehingga kegiatan tersebut selain menjadi ajang silaturahmi, juga membuka ruang dialog dan penjajakan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari budaya, pariwisata, hingga investasi berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Ayep Zaki diangkat sebagai Anggota Kehormatan Kedutaan oleh Sekretaris Diplomatic Club, Alexander Effendie. Pengangkatan ini menjadi simbol pengakuan sekaligus penguatan hubungan diplomatik antara Kota Sukabumi dengan negara-negara sahabat, serta diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.

Wali Kota Sukabumi menyampaikan bahwa kehadiran para duta besar merupakan kehormatan bagi Kota Sukabumi sekaligus peluang memperluas jejaring kerja sama global.

“Kunjungan 14 duta besar ke Kota Sukabumi akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Ayep, fokus utama dari pertemuan tersebut adalah membuka peluang kerja sama strategis, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui kerja sama internasional.

“Yang kita kejar bukan seremoni, tapi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, para duta besar juga diajak mengunjungi RSUD R. Syamsudin S.H., termasuk melihat langsung fasilitas stem cell yang menjadi salah satu layanan unggulan. Pemerintah daerah berharap sektor kesehatan dapat menjadi pintu masuk kerja sama lebih luas.

Selain itu, peluang di bidang ekonomi juga mulai dijajaki, terutama terkait ekspor komoditas kopi ke sejumlah negara seperti Georgia dan Armenia.

Meski demikian, Ayep tidak merinci besaran maupun sumber anggaran kegiatan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran akan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab sorotan publik yang mempertanyakan efektivitas kegiatan internasional di tengah kebutuhan pembangunan daerah.

Ayep optimistis, dengan jejaring diplomasi yang mulai terbangun, Kota Sukabumi memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dampaknya akan jauh lebih besar. Kita lihat ke depan hasil nyatanya,” tegasnya.

Jenal

Leave a Reply