WartaParahyangan.com
CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan mencintai alam melalui berbagai kegiatan yang bernilai edukatif dan produktif, sehingga Cianjur semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi seni, budaya, dan pariwisata yang membanggakan.
Hal itu disampaikan Bupati Cianjur saat secara resmi membuka Kontes dan Pameran Bonsai dan Suiseki Bupati Cup Tahun 2026 yang digelar di Taman Pancaniti Cianjur, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kegiatan yang digelar atas kerja sama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kabupaten Cianjur, Paguyuban Pasundan dan pemerintah daerah setempat itu, dr. Wahyu menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas pecinta bonsai dan suiseki, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Bupati, kontes dan pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengembangkan seni, kreativitas, serta mempererat silaturahmi antar penggemar bonsai dan suiseki.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM yang turut meramaikan penyelenggaraan acara.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Pameran, Abah Ruskawan, menjelaskan kontes dan pameran bonsai bertarap nasional itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 dan Hari Jadi Paguyuban Pasundan ke-113.
Dalam kegiatan itu, dihadirkan puluhan bonsai mulai dari bonsai kelas prospek hingga bonsai bintang. “Kategori kelas bintang merupakan level paling bergengsi. Tidak semua daerah mampu menyelenggarakan pameran dengan standar seperti ini,” ujar Abah Ruskawan.

Kontes dan pameran bonsai yang akan berlangsung hingga 14 Juli itu, akan memperebutkan kejuaraan bonsai Prospek, Pratama, Madya, Utama, dan Bintang. “Panitia juga memberikan penghargaan Juara Umum, Juara per Kelas, serta Juara berdasarkan jenis pohon terbaik,” katanya.
Kegiatan bertema “Geger Bonsai di Tatar Pasundan” itu menjadi wadah pelestarian seni bonsai dan suiseki sekaligus memperkuat potensi budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Kabupaten Cianjur.
Diharapkan melalui kontes dan pameran dan berskala nasional itu, Cianjur semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah dan peran penting dalam perkembangan seni bonsai di Indonesia, sekaligus mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Asep R. Rasyid











