Dari Bara Arang ke Wisata: Desa Mekarmaju Angkat Tradisi Pandai Besi Jadi Eduwisata

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Di balik perbukitan Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Desa Mekarmaju menjaga warisan yang mulai langka di era modern: tradisi Pandai Besi. Keahlian menempa sabit, parang, hingga congkrang yang diturunkan secara turun-temurun kini dikemas menjadi konsep eduwisata sebagai upaya pelestarian sekaligus penguatan literasi budaya.

Kepala Desa Mekarmaju, Usep Bunyamin, menjadi salah satu motor penggerak pelestarian ini. Untuk menguatkan identitas desa, pemerintah desa membangun icon patung tugu pandai besi yang kini menjadi penanda Desa Mekarmaju.

Bagi warga, warisan ini bukan hanya soal membuat alat pertanian. Seluruh prosesnya memiliki makna. Besi dipanaskan di bara arang, ditempa berulang, lalu disepuh. Setiap tahapan menuntut ketekunan, ketelitian, dan kehati-hatian. Sentuhan seni ukir pada sarung perkakas juga menambah nilai estetika, sehingga produk yang dihasilkan berfungsi sekaligus menjadi simbol identitas budaya Mekarmaju.

Eduwisata sebagai Jembatan Generasi

Agar tradisi tidak punah, warga mengembangkan eduwisata berbasis Pandai Besi. Pengunjung diajak masuk langsung ke bengkel pandai besi untuk belajar teknik tradisional, memahami filosofi di balik setiap pukulan palu, dan melihat bagaimana alat-alat pertanian lahir dari tangan terampil warga.

Kepala Desa Mekarmaju Usep Bunyamin (kemeja putih), saat meninjau salah satu pandai besi yang memproduksi perkakas pertanian di RW 11 Kampung Mekarsari, Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu. Foto Dokumen Lily Setiadarma

“Eduwisata ini memberi ruang bagi pengunjung untuk merasakan proses yang biasanya hanya ada di cerita orang tua. Di tengah modernisasi, pengalaman ini jadi jembatan agar nilai-nilai lokal tetap hidup,” ujar pengelola program eduwisata desa.

Selain sebagai sarana edukasi, program ini juga berfungsi sebagai media promosi budaya. Dengan pengelolaan yang terstruktur, Desa Mekarmaju menargetkan menjadi destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendidik, dan mampu mengangkat nama desa hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Menuju Pariwisata Budaya

Pemerintah desa meyakini eduwisata Pandai Besi bisa menjadikan Mekarmaju pionir pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ikatan generasi muda dengan akar budayanya, sekaligus membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan keaslian tradisi.

Desa Mekarmaju membuktikan budaya lokal bisa menjadi kekuatan. Dengan langkah strategis dalam pelestarian dan pengemasan yang inovatif, desa ini siap menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk menjadikan warisan leluhur sebagai modal masa depan.

Lily Setiadarma