Dugaan Ketacunan Makanan Program MBG, Bupati Cianjur Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh terhadap SPPG

WartaParahyangan.com

CIANJUR – Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdinan menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah investigasi menyeluruh terkait dugaan keracunan ratusan anak sekolah setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongkulon, Kadupandak dan Sukanagara.

“Pasien yang diduga keracunan nanti akan diambil sampel makanan, karena ini bervariasi ada yang makan itu saja dan ada yang makan makanan lainnya. Tentunya kita akan melihat sesuai dengan hasil lab keluar,” kata dr. Wahyu saat dimantai tanggapannya oleh wartawan di Pendopo Cianjur, Rabu (28/1/2026).

Bupati menyebutkan kondisi sebagian besar korban kini mulai membaik. “Saat ini di Cikalongkulon total korban 204 dan kondisinya sekarang sudah berangsur membaik. Ada 4 pasien yang paling berat mengalami dehidrasi tapi sudah dilakukan rujukan ke rumah sakit. Saya sudah datangi rumah sakit tersebut dan mereka sudah ditangani dengan kondisinya yang sudah membaik,” jelasnya.

Mengenai kemungkinan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB), Bupati menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu data yang tepat. “Karena ini masih didampingi sehingga kita menunggu data yang tepat,” ucapnya.

Terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG, Bupati menegaskan akan mengambil tindakan sesuai bukti yang ada. “Sangsi tegas untuk SPPG. Tentunya kita harus bertindak sesuai data dan fakta, kita masih menunggu hasil laboratorium yang ada kemudian ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengevaluasi menyeluruh terhadap SPPG di Kabupaten Cianjur agar dikemudian kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Seperti diketahui, korban dugaan keracunan yang menyerang ratusan pelajar di wilayah Cikalongkulon, jumlahnya bertambah. Dari total 176 orang yang dilaporkan kemarin, kini bertambah menjadi 204 korban, setelah ditemukan 28 kasus tambahan. Selain itu, dilaporkan adanya 31 kasus serupa di Kecamatan Kadupandak dan Sukanagara.

Di Cikalongkulon, ratusan korban pertama kali dilarikan ke Puskesmas Cikalongkulon dan Puskesmas Cijagang pada malam Selasa (27/01/2026) setelah mengeluhkan berbagai gejala tidak nyaman paska menyantap makanan Program MBG.

Menurut Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf, korban berasal dari enam sekolah yang menyantap menu MBG pada pagi harinya. “Sebanyak 176 siswa dari enam sekolah mengalami gejala pusing, mual, muntah dan diare. Jumlah itu bertambah 28 orang, sehingga total menjadi 204,” katanya.

Asep R. Rasyid

Leave a Reply