Gedung Eks RSUD Soreang akan Dihidupkan Lagi, Ditargetkan Jadi SMP atau SMK Kesehatan

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Gedung eks Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Soreang yang selama ini kosong di pusat Kota Soreang, Kabupaten Bandung, akhirnya akan difungsikan kembali. Pemerintah Kabupaten Bandung berencana mengubah bangunan tersebut menjadi sekolah untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan yang terus meningkat.

Rencana itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si. Gedung eks RSUD Soreang memang sudah mangkrak sejak layanan kesehatan dipindahkan ke RSUD Oto Iskandar Di Nata.

“Kita lihat kebutuhan ruang kelas di Soreang sangat mendesak. Jumlah siswa terus bertambah setiap tahun. Daripada gedung ini kosong dan rusak, lebih baik kita manfaatkan untuk pendidikan,” ujar Asep kepada wartawan di Soreang, Jumat (10/7/2026).

Menurut Asep, ada dua opsi sekolah yang paling memungkinkan menempati gedung tersebut. Opsi pertama adalah SMP Negeri baru. Jumlah SMP di Soreang saat ini belum sebanding dengan jumlah lulusan SD.

Opsi kedua adalah SMK dengan jurusan kesehatan atau farmasi. Opsi ini dipilih agar sisa fasilitas bekas rumah sakit seperti ruang perawatan dan laboratorium masih bisa dimanfaatkan.

“Kita masih kaji secara teknis. Tim dari Dinas PU, Dinkes, dan Disdik turun lapangan mengecek kelayakan struktur bangunan, instalasi listrik, dan air. Kalau memungkinkan, beberapa ruang rawat inap bisa jadi ruang kelas atau lab,” jelasnya.

Lokasi yang strategis di tengah kota dan mudah dijangkau transportasi umum menjadi pertimbangan utama. Saat ini Pemkab Bandung juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPN Kabupaten Bandung terkait status aset dan peralihan fungsi lahan. Proses administrasi pertanahan dan izin perubahan peruntukan sedang berjalan.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Asep Kusumah.

Pemkab menargetkan renovasi dimulai tahun anggaran depan. Sekolah baru ini ditargetkan sudah bisa menerima siswa baru dalam 2 tahun ke depan.

Rencana tersebut disambut baik warga Soreang. “Saya setuju banget kalau jadi sekolah. Anak-anak saya juga nanti bisa sekolahnya dekat. Daripada jadi sarang nyamuk, mending bermanfaat,” kata Dani Nugraha salah seorang warga Soreang.

Tokoh pendidikan di Soreang juga mengapresiasi langkah Pemkab Bandung. Ia berpesan agar fasilitas pendukung seperti lapangan, perpustakaan, dan laboratorium tetap diperhatikan saat renovasi.

Meski begitu, alih fungsi ini punya tantangan. Pertama, butuh anggaran besar untuk renovasi agar gedung sesuai standar sekolah. Spesifikasi ventilasi, pencahayaan, dan keamanan anak antara rumah sakit dan sekolah berbeda.

Kedua, perlu pembersihan total dan sterilisasi karena bekas rumah sakit. Ketiga, penataan lalu lintas. Lokasi di jalan utama Soreang rawan macet saat jam masuk dan pulang sekolah. Pemkab perlu berkoordinasi dengan Dishub untuk membuat zona aman sekolah.

Pemerintah memastikan semua aspek akan dikaji konsultan sebelum renovasi dimulai. Dengan rencana ini, gedung eks RS Soreang yang dulunya melayani kesehatan, diharapkan bisa “melahirkan” generasi cerdas Kabupaten Bandung.

Langkah seperti itu juga menjadi contoh pemanfaatan aset pemerintah yang terbengkalai agar kembali produktif untuk masyarakat.

Lily Setiadarma