WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menekankan pentingnya kolaborasi organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri Konferensi Cabang III PC Muslimat NU Kota Sukabumi yang berlangsung di aula salah satu toko serba ada di Kota Sukabumi, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini memiliki puluhan indikator pembangunan yang harus dicapai, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga penanganan stunting. Seluruh indikator tersebut membutuhkan dukungan lintas elemen masyarakat.
Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan sangat strategis karena memiliki jaringan langsung hingga ke tingkat keluarga. Oleh karena itu, program ormas diharapkan selaras dan saling menguatkan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Ayep Zaki menyoroti kondisi kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2 yang jumlahnya mencapai sekitar 65 ribu orang. Kelompok ini dinilai membutuhkan intervensi nyata agar mampu keluar dari tekanan ekonomi dan sosial.

Ia menguraikan, jika bantuan diberikan sebesar Rp1 juta per orang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp65 miliar. Sementara skema bantuan Rp250 ribu per orang tetap memerlukan anggaran belasan miliar rupiah, sehingga kolaborasi pendanaan menjadi hal yang tidak terelakkan.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IX, Zainul, menyampaikan bahwa Konferensi Cabang Muslimat NU merupakan agenda lima tahunan yang sekaligus menjadi momentum memperkuat peran organisasi dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.
Ia menambahkan, Komisi IX bersama Kementerian Kesehatan memiliki Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dapat disinergikan dengan Muslimat NU. Selain itu, ia juga menanggapi laporan terkait pekerja migran Indonesia di Tiongkok yang mengalami kendala pemulangan akibat persoalan agensi dan menegaskan hal tersebut tidak dibenarkan.
Ketua PCNU Kota Sukabumi KH. Anas Syakirullah menuturkan, PW Muslimat NU telah merancang tiga program yaitu Mustika Darling (sadar lingkungan) Mustika Mesem (mengentaskan kemiskinan ekstrem) dan Mustika Sadar.
“Ketiga program ini pada prinsipnya sama dengan program yang dicanangkan oleh Pak Wali Kota. Saya berharap tercipta sinergitas antara pemerintah dan Pengurus PC Muslimat NU definitif,” ujar Kyai Anas.
Jenal

















