WartaParahyangan.com
BANDUNG – Kenaikan harga kantong plastik hingga 100 persen mulai dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Bandung. Pemkab setempat pun mengimbau masyarakat dan pelaku usaha beralih ke bahan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Kabupaten Bandung, H. Dicky Anugrah, SH., M.Si., mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik. Salah satunya dengan membawa tas belanja berbahan kain yang dapat digunakan berulang kali.
“Penggunaan plastik harus mulai dikurangi. Masyarakat bisa beralih menggunakan tas kain saat berbelanja,” kata Dicky kepada wartaparahyangan.com, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mendorong pemanfaatan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun jati, hingga besek atau wadah dari anyaman bambu sebagai pengganti kemasan plastik. “Ada dampak positif dari kenaikan harga bahan plastik ini, yakni mendorong masyarakat beralih ke bahan alami yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Dicky, kenaikan harga bahan baku plastik yang terjadi secara global perlu disikapi pemerintah pusat. Ia mendorong pencarian sumber impor baru dari negara di luar kawasan konflik agar pasokan tetap terjaga.
“Industri plastik dalam negeri harus tetap bertahan, termasuk UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik,” katanya.

Selain itu, ia mengusulkan penurunan pajak impor bahan baku biji plastik dari 11 persen menjadi sekitar 8 persen atau lebih rendah. Langkah tersebut dinilai dapat menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah komoditas harga plastik seperti kantong kresek, gelas plastik, hingga kotak makan thinwall mengalami kenaikan signifikan di berbagai toko plastik dan peralatan kue.
Jika sebelumnya kantong kresek dijual Rp10 ribu, kini naik menjadi Rp15 ribu. Begitu juga gelas plastik yang harga awalnya Rp9 ribu menjadi Rp15 ribu. Rata-rata harga plastik kemasan lainnya ikut terdongkrak hingga 50 persen sejak Ramadan dan terus naik hingga awal April 2026.
Salah seorang pedagang minuman di Soreang, Rd. Nugraha (40), mengaku kenaikan harga plastik memperparah beban usaha yang sudah tertekan oleh naiknya bahan baku lainnya.
“Repot harga plastik terus naik, belum lagi bahan minuman seperti susu kental manis, susu evaporasi, gula, dan susu UHT juga ikut naik setelah Lebaran,” ujar Nugraha seraya meminta pemerintah melakukan oprasi pasar dan minta harga kembali stabil.
Lily Setiadarma

















