Hibahkan Motor Sampah ke Lapas Sukabumi, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Pentingnya Harmoni Lintas Lembaga

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa harmoni dan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci penting dalam meraih berbagai prestasi pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Ayep Zaki usai menyerahkan hibah satu unit motor sampah kepada Lapas Kelas IIB Sukabumi, Rabu (7/1/2026). Turut mendampingi Wali Kota, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Sukabumi, Asep Irawan.

Wali Kota menilai sinergi antar lembaga, termasuk dengan instansi vertikal, sangat menentukan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang solid dan berkelanjutan. “Kolaborasi antar lembaga merupakan fondasi penting dalam membangun kota dan meraih banyak prestasi,” ujarnya.

Menurut Ayep Zaki, salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut adalah dukungan terhadap pengelolaan sampah terpadu, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang memiliki aktivitas dan volume sampah cukup tinggi.

Ia menyebutkan, Lapas Kelas IIB Sukabumi setiap harinya menghasilkan sampah dengan kapasitas sekitar satu motor, sehingga membutuhkan sarana pendukung agar pengelolaannya lebih optimal dan ramah lingkungan.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan sehat sekaligus memperkuat kerja sama antar lembaga,” katanya.

Ayep Zaki menambahkan, sinergitas yang terbangun akan menciptakan harmoni dalam penyelenggaraan pemerintahan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan capaian positif Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi yang meningkat dari 35 persen menjadi 37 persen, serta menyatakan optimisme terhadap peningkatan kinerja dan prestasi ke depan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono mengapresiasi hibah motor sampah dari Pemkot Sukabumi.

Bantuan tersebut, kata Budi, sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan lapas yang saat ini dihuni 504 warga binaan, dengan sumber sampah berasal dari sisa makanan, limbah dapur, serta kegiatan kemandirian warga binaan.

Jenal