WartaParahyangan.com
BANDUNG – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung menggelar Festival Olahraga Desa Wisata (Fordeswita) 2025 di Lapangan Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan yang mengintegrasikan olahraga masyarakat, layanan publik, serta penguatan ekonomi desa wisata itu dihadiri ratusan warga. Mereka mengikuti olahraga tradisional, olahraga rekreasi, serta memanfaatkan berbagai layanan publik gratis yang tersedia di lokasi festival.
Ketua KORMI Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., membuka secara resmi Fordeswita 2025. Ia hadir bersama Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi, S.E., M.Si., Korcam KORMI Kecamatan Ciwidey Lala Siti Jamilah, S.Sos., M.Si., serta unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Emma menjelaskan bahwa KORMI merancang Fordeswita sebagai sarana menghidupkan olahraga rekreasi sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat desa wisata.
“Kami menghadirkan olahraga tradisional seperti egrang, panahan, hingga tarompah panjang. Seluruh masyarakat dapat ikut serta tanpa batasan,” ujar Emma.

Menurut Emma, Fordeswita tidak hanya berfokus pada olahraga, tapi juga menghadirkan layanan administrasi dan ekonomi secara langsung di desa. “Warga bisa mengurus KTP, KK, akta kelahiran, KIA, hingga izin usaha atau NIB. Semua layanan kami berikan gratis dari pagi sampai sore,” katanya.
Emma juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis. Ia menilai pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang aktif dan produktif. “Silakan manfaatkan cek kesehatan gratis,” ujar Emma.
Fordeswita 2025 menyajikan beragam olahraga rekreasi dan permainan tradisional seperti egrang, hadang, lari balok, terompah panjang, balap karung, street soccer, dan top table, serta kegiatan pendukung seperti Senam Bedas, sarasehan, bazar UMKM, bakti sosial, pasar murah, dan pasar tani.
Tidak hanya itu, festival juga menyediakan layanan Kredit Usaha Rakyat, konsultasi perbankan, perpustakaan keliling, serta berbagai games olahraga masyarakat. Di akhir acara digelar wayang golek dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya.
Camat Ciwidey yang diwakili Staf Kecamatan Ciwidey KunKun Kusnandar, S.AP., menyampaikan bahwa Fordeswita memperlihatkan sinergi pelayanan publik yang efektif di tingkat desa. Ia menilai kegiatan ini menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Di festival ini tersedia layanan kependudukan, perpustakaan keliling, Samsat keliling, SIM keliling, hingga layanan perbankan,” ujar KunKun.
Kasubag Program Kecamatan Pasirjambu, H. Ahmad Setiadi, S.Sos., yang turut hadir, mengapresiasi penyelenggaraan Fordeswita 2025. Ia menyebut kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya meninjau langsung seluruh venue pelayanan. Ada Disdagin, PTSP, Bank BJB, Samsat, hingga BPR. Semua instansi hadir melayani masyarakat,” ungkap Ahmad.
Menurut Ahmad, konsep pelayanan terpadu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintah dan perbankan. Ia berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain.
“Mudah-mudahan seluruh layanan ini memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Pacira,” ujarnya.

Sementara itu, Karyawan BPR Kerta Raharja, Wahyu Solihin, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan momentum Fordeswita untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat desa. “Kami mengenalkan produk BPR Kerta Raharja, mulai dari kredit, tabungan, hingga deposito. Warga bisa berkonsultasi langsung di lokasi,” kata Wahyu.
Ia berharap masyarakat semakin memahami layanan keuangan dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Warga RW 28 Kampung Bumi Asih, Yana Abdul Manaf, mengaku merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Ada sembako murah, perpustakaan, perpanjangan SIM, pembayaran PBB, dan layanan kesehatan gratis,” ujar Yana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan berharap Fordeswita dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat membantu warga, terutama dengan adanya pasar murah,” katanya.
Lily Setiadarma

















