WartaParahyangan.com
BANDUNG – Sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Jawa Barat, wilayah Bandung selatan yang berudara sejuk dengan panorama alam yang mempesona, memang memiliki destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Namun agaknya, destinasi yang pas untuk mengisi liburan keluarga adalah Pemandian Air Panas Walini dan Dusun Stroberi.
Dua tempat wisata yang berlokasi di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung itu, selain berudara sejuk dengan panorama alamnya yang indah, juga tersedia berbagai area permainan, tempat menginap dan pusat jajanan, serta keamanannya pun terjamin, sehingga wisatawan merasa nyaman menikmati liburannya.
Apalagi memang dihari libur weekand, pengelola Objek Wisata Pemandian Air Panas Walini dan Dusun Stroberi meningkatkan keamanan dan kenyamanannya. “Pengunjung tidak perlu khawatir, kami berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI siap menjaga keamanan di lokasi wisata,” kata Humas Wisata Walini, Utep, kepada wartaparahyangan.com di Rancabali, Sabtu (31/1/2026).
Bahkan, kata Utep, bukan hanya menghadapi liburan saja pengamanan itu ditingkatkan, tapi memang pihaknya selalu siaga dalam menjaga keamanan demi kenyamanan dan ketentraman para wisatawan yang berkunjung ke sana.
“Jadi bukan hanya ketika libur hari besar atau weekand saja, hari-hari biasa pun kami selalu siaga dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung,” katanya.
Menariknya lagi, objek wisata Walini tersebut merupakan milik PTPN 1 Regional 2 Kebun Teh Rancabali yang selama ini terkenal kaya akan panorama dan pemandangan hamparan kebun teh yang indah nan mempesona dengan udara yang sejuk alami. Tak heran kalau Walini sering dijadikan tempat favorit oleh para wisatawan yang berlibur di Bandung selatan.

Walini juga kaya akan sumber air panas alaminya. Salah satunya dimanfaatkan untuk mengisi kolam yang ada Pemandian Air Pana Walini. Air panas ini bersumber dari air panas belerang Gunung Patuha yang ditampung dan diolah melalui penyaringan, kemudian dialirkan ke sejumlah kolam pemandian. Kolam-kolam ini dikuras dan dibersihkan secara teratur supaya kualitas air panas tetap alami, tetap bening, bersih, dan aman bagi kesehatan.
Selain kolam pemandian air panas, obyek wisata Walini juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti area parkir yang cukup luas, mushola, tempat bermain anak, kamar rendam, toilet, tempat bilas, dan tempat istirahat/penginapan dengan harga yang sangat terjangkau.
Di tempat wisata itu juga tersedia arena bermain seperti Komodo, Adventure , ATV dan Flying Fox, yang secara tidak langsung dapat melatih keterampilan serta kepuasan anak-anak saat bermain di wahana tersebut.
“Kami juga menyediakan kios oleh-oleh khas makanan atau cemilan dari Ciwidey Rancabali,” ujar Utep.
Setelah puas menikmati wisata Air Panas Walini, pengunjung juga bisa melanjutkan wisatanya ke Dusun Stroberi yang lokasinya memang berdampingan dengan Pemandian Air Panas Walini. Di Dusun Stroberi, pengunjung bisa menikmati buah stroberi langsung dari pohonnya hasil memetik sendiri, dan ini akan menjadi sensasi yang baru bagi pengunjung.
Kalau kemudian ingin menginap, tak perlu ke luar lokasi, karena Dusun Stroberi juga menyediakan penginapan berbagai tipe dengan harga sangat terjangkau.
“Di Dusun Stroberi ini tersedia 14 tempat penginapan dengan berbagai tipe, yakni delapan tipe kali bret, tiga mencir, tiga manora, satu santung, dan terbaru 11 penginapan tipe Saga serta satu aula yang bisa menampung 150 orang,” ungkap owner Dusun Stroberi, H. Uus Suryana.

Aula tersebut, lanjut Uus, bisa dipergunakan untuk berbagai acara baik formal maupun informal, seperti indoor family gathering, rapat, arisan, ulang tahun, dan pesta pernikahan.
Berbeda dari penginapan biasa, Dusun Stroberi menawarkan lebih dari sekadar tempat bermalam. Lokasinya berada di tengah kebun stroberi, sehingga pengunjung bisa langsung menikmati pengalaman petik buah segar langsung dari pohonnya.
Di destinasi ini ada sekitar 10.000 polybag tanaman stroberi yang tertata di lahan hampir seluas satu hektare. Aktivitas petik stroberi menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Pengunjung dari Bandung, Aldi beserta istri, mengatakan kunjungannya ke Dusun Stroberi merupakan yang kedua-kalinya. “Tempatnya sangat menyenangkan. Kita happy bisa memetik stroberi yang besar-besar,” katanya.
Aldi juga berpesan kepada pengunjung lain untuk lebih aware. “Tadi saat kita sedang memilih buah stroberi untuk dipetik, di bawah terlihat beberapa buah stroberi yang tampaknya telah dipetik orang, tapi tidak dibawa. Sayang ‘kan terbuang begitu saja,” katanya.
“Jadi baiknya kita lebih aware, karena ‘kan ada tulisan terpampang yang isinya dilarang makan stroberi sebelum ditimbang. Jadi ditaati saja,” katanya lagi.
Lily Setiadarma











