WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas, Kampung Sukamanah RT 004/014, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Senin (7/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Bekal Pribadi yang Unggul”. Melalui tema tersebut, pemerintah kecamatan mengajak masyarakat tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi, S.E., M.Si., bersama jajaran pejabat struktural, pegawai, dan staf Kantor Kecamatan Ciwidey, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciwidey, kepala desa, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Camat Ciwidey Nardi Sunardi mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi agenda tahunan Kecamatan Ciwidey yang mempertemukan unsur pemerintahan, tokoh agama, serta masyarakat dalam satu kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, hari ini Kecamatan Ciwidey bisa melaksanakan Maulid Nabi. Forkopimcam, para kepala desa, ketua TP PKK kecamatan dan desa, MUI, KUA, TNI, Polri, ibu-ibu pengajian se-Kecamatan Ciwidey, serta masyarakat Desa Lebakmuncang bisa hadir,” kata Nardi kepada wartaparahyangan.com di Ciwidey.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengambil hikmah dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperoleh keberkahan dari kegiatan tersebut.

Nardi juga menyampaikan apresiasi kepada DKM Masjid Al Ikhlas yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap tradisi Maulid Nabi tingkat kecamatan terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Nardi menyampaikan bahwa masa tugasnya sebagai Plt. Camat Ciwidey akan segera berakhir. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat amanah baru sebagai Staf Ahli Bupati Bandung Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
“Insyaallah untuk selanjutnya kami tidak akan putus silaturahmi, terutama dalam bidang dakwah atau bidang keagamaan,” ujar Nardi.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Kecamatan Ciwidey Diki Darmawan, S.IP., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman. “Alhamdulillah, Kecamatan Ciwidey pada hari ini telah melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kecamatan Ciwidey. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” katanya.
Maulid semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan Pimpinan Ponpes Al-Munawwaroh Sapan, KH. Dadan Ramdani, S.Ag., M.Pd. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus terlihat melalui perilaku nyata.
Dadan mengingatkan masyarakat agar menjadikan ketakwaan sebagai dasar dalam menjalankan setiap peran, baik sebagai pemimpin, pengusaha maupun anggota masyarakat.

“Kita selaku umatnya harus menanamkan rasa takwa di mana pun kita berada. Tatkala kita menjadi seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang bertakwa. Tatkala kita menjadi seorang pengusaha, jadilah pengusaha yang bertakwa. Begitu juga tatkala kita menjadi masyarakat, jadilah masyarakat yang bertakwa,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan dapat menjadi landasan untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang dan penuh keberkahan. Selain itu, masyarakat juga perlu belajar dari sikap Rasulullah SAW dalam menghadapi kesalahan dan kekurangan manusia.
Dadan mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, kesalahan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
“Kita tidak luput dari berbagai macam kesalahan dan kealpaan. Namun, kita jangan terlena dengan kesalahan-kesalahan itu. Kita harus bangkit dan mengganti kesalahan yang kita lakukan dengan kebaikan-kebaikan yang harus kita tingkatkan,” katanya.
Dadan juga mengaitkan keteladanan Rasulullah dengan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, akhlak mulia harus mendorong warga menjaga kerukunan, lingkungan, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai masyarakat yang memegang akhlak mulia akan menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain. Karena itu, ia mengajak warga menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dadan juga berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat masyarakat terapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga dengan peringatan Maulid ini kita mendapatkan keberkahan dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW,” katanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari keterlibatan perwakilan desa dalam kegiatan tersebut. Ketua TP PKK Desa Nengkelan, Lelis Kurniasih, mengatakan pihaknya bersyukur dapat mengikuti peringatan Maulid Nabi dalam kondisi sehat.
Ia menilai pesan yang disampaikan penceramah relevan dengan kehidupan masyarakat karena mengajak umat meneladani perilaku Rasulullah SAW.
Lelis juga menyebut setiap desa membawa perwakilan masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di tingkat Kecamatan Ciwidey.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kecamatan Ciwidey tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ketakwaan, akhlak, kepedulian sosial, dan kerukunan masyarakat.
Lily Setiadarma











