WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan sosial dan pelayanan publik di tingkat akar rumput. Ini terlihat dari alokasi anggaran untuk program unggulan berupa insentif kepada beberapa kelompok masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam dokumen RPJMD.
Pemkot Sukabumi sukses merealisasikan penyaluran dana apresiasi bagi para penggerak masyarakat sepanjang 2025 dan mengesahkan peningkatan anggaran yang signifikan untuk tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data yang ada, total alokasi anggaran mengalami kenaikan dari Rp19.516.300.000 pada 2025 menjadi Rp22.024.800.000 pada 2026. Kenaikan sebesar lebih dari Rp2,5 miliar ini difokuskan untuk mengoptimalkan kinerja pelayanan publik dan jaring pengaman sosial di masyarakat.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada sektor operasional posyandu yang melonjak tajam dari Rp2,88 miliar menjadi Rp4,35 miliar demi mendukung percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan ibu-anak.
Selain itu, insentif RT-RW sebagai garda terdepan pelayanan warga juga mengalami kenaikan sebesar Rp1,03 M menjadi Rp12,45 M dikarenakan insentif Januari dan Februari 2025 masih menggunakan angka lama.
Sedangkan untuk pilar keagamaan dan keamanan lokal, Pemkot Sukabumi tetap mempertahankan konsistensi anggaran insentif marbot dan guru ngaji di angka Rp2,68 miliar serta insentif Linmas sebesar Rp2,53 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, ST., MKM, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan angka, melainkan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah atas dedikasi tanpa lelah dari para ketua RT/RW, petugas Linmas, kader posyandu, serta marbot dan guru ngaji yang menjadi fondasi kenyamanan Kota Sukabumi.
“Kami berharap peningkatan operasional dan insentif ini berbanding lurus dengan kualitas pelayanan warga yang semakin prima,” kata Andang seraya menegaskan, Pemkot Sukabumi berkomitmen untuk memastikan penyaluran dana ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi terwujudnya Kota Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera.
Selain program unggulan berupa insentif tersebut, Pemkot Sukabumi juga telah merealisasikan beberapa program unggulan lainnya seperti Home Care, Ambulans Gratis, Puskesmas Gratis, Menata Kebaikan Tech dan Ngopy.
“Ini menjadi komitmen untuk mengimplementasikan program unggulan yang telah dijanjikan akan terus ditingkatkan. Secara perlahan semua program unggulan yang telah dijanjikan akan terus dilaksanakan selama lima tahun masa jabatan yang sudah ditentukan,” ujar Andang.
Selain implementasi janji politik, program yang memang bermanfaat langsung bagi masyarakat terus dilanjutkan. Sebagai contoh pada 2025, P2RW yang bukan program unggulan tetap dilaksanakan dengan anggaran Rp8,9 M.
Namun pada 2026 ini, karena adanya pemangkasan anggaran yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp158,5 M, maka P2RW untuk sementara ditunda dan akan kembali dilaksanakan pada perubahan anggaran 2026 sambil menunggu adanya penambahan dana transfer dari Pemerintah Pusat.
Jenal

















