WartaParahyangan.com
BANDUNG – Ratusan siswa SD dari 32 sekolah di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengikuti Lomba Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kecamatan, yang dipusatkan di SDN Babakan 3 dan SDN Ciwidey 6, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang dimaksudkan untuk mendorong siswa menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat karakter keagamaan sejak dini itu secara resmi dibuka oleh Pengawas SD Kecamatan Ciwidey, H. Rodiya Permana. Ia menegaskan bahwa Pentas PAI menjadi bagian penting dalam pembinaan siswa.
“Hari ini kami melaksanakan Pentas PAI tingkat kecamatan dengan 378 peserta dari 32 sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju seleksi tingkat kabupaten,” ujarnya.
Ia juga menyebut potensi beberapa cabang lomba. Seperti lomba praktik sholat berjamaah yang dinilainya menunjukkan perkembangan yang cukup menonjol. Namun, ia tetap menyerahkan hasil akhir kepada dewan juri.

“Kami berharap para juara bisa melanjutkan ke tingkat kabupaten bahkan provinsi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KKG PAI Kecamatan Ciwidey, Deden Rusdiana, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pihaknya rutin menggelar kegiatan ini setiap tahun. Ia menyebut panitia mempertandingkan delapan cabang lomba dengan total 378 peserta.
“Tahun ini kami melaksanakan Pentas PAI ke-16. Kegiatan ini menjadi bagian dari program berjenjang hingga tingkat nasional,” jelasnya.
Deden juga menjelaskan, panitia akan mengirim juara pertama dari setiap cabang ke tingkat kabupaten yang rencananya berlangsung akhir Mei di Nagreg. Oleh karena itu, peserta harus menunjukkan kemampuan terbaik sejak tahap kecamatan.

“Kami menargetkan lahirnya peserta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Ketua PGRI Kecamatan Ciwidey, Hikmat Ramdani, S.Pd., menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai Pentas PAI mampu menggali potensi siswa secara optimal.
“Kami ingin kegiatan ini melahirkan siswa berprestasi sekaligus memberikan pengalaman berharga,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba akan membentuk mental siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengejar juara, tetapi juga mengembangkan diri.

Panitia mempertandingkan delapan cabang lomba, yaitu Lomba Cerdas Cermat PAI (LCC), kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), lomba praktik sholat berjamaah (LPSB), dai cilik, adzan, dan kosidah.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satunya datang dari Adira Azzahra, siswa kelas 4 SDN Margaluyu. Ia mengaku senang mengikuti lomba tersebut. “Saya senang karena bisa bersilaturahmi dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap bisa meraih juara,” ungkapnya.
Perwakilan sekolah juga menunjukkan komitmen tinggi. SDN Simpang, misalnya, mengirim peserta di berbagai cabang lomba seperti cerdas cermat, MTQ, adzan, pidato, dan kaligrafi.
Pentas PAI 2026 di Kecamatan Ciwidey tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga mendorong pembinaan karakter, meningkatkan prestasi, dan menyiapkan siswa menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten hingga nasional.
Lily Setiadarma

















