Pisah Sambut Camat Rancabali, PanPan Risvan Sampaikan Keberlanjutan Program dan Inovasi Kebijakan di Tingkat wilayah

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Suasana haru dan penuh harapan mewarnai pisah sambut Camat Rancabali di Aula Dusun Stroberi, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Pemerintah Kecamatan Rancabali menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari transisi kepemimpinan dari Mamet Slamet, S.IP., M.Si. kepada PanPan Risvan C., S.IP., M.Si.

Dihadiri Jajaran Forkopimcam Rancabali, Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi beserta para Kasi, Senior Field Manager PT Melania Indonesia, Mastri Ridwan Situmorang, Manajer Kebun Rancabali PTPN 1 Regional 2, Dadang Rukmana,Sp., Site Manajer Kawah Putih, Budi Kamal, kepala desa se-Kecamatan Rancabali, tokoh masyarakat, TP PKK, dan organisasi kepemudaan.

Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kesinambungan pembangunan di wilayah Kecamatan Rancabali yang kaya potensi wisatanya.

Dalam sambutannya, Mamet Slamet menyampaikan refleksi masa jabatannya. Ia menjelaskan bahwa dirinya mengemban amanah sebagai Camat Rancabali selama 8 bulan 10 hari. Meski waktu relatif singkat, ia tetap berupaya melanjutkan program-program yang sudah berjalan sebelumnya.

“Saya melanjutkan program dari camat sebelumnya, sehingga mungkin belum semua terasa. Namun, kami tetap menyiapkan beberapa langkah ke depan,” ujarnya.

Mamet juga menegaskan pentingnya peningkatan layanan kesehatan. Ia bersama kepala Puskesmas telah merancang pengajuan pembangunan puskesmas baru untuk menjangkau wilayah yang masih jauh dari fasilitas kesehatan.

“Kami merencanakan pembangunan puskesmas baru di wilayah Cipela, Sukaresmi, atau Indragiri. Langkah ini penting agar masyarakat tidak lagi menempuh jarak jauh ke Puskesmas Alam Indah,” jelasnya.

Selain itu, Mamet juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah, terutama di kawasan wisata. Ia mengajak seluruh pengelola wisata untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran para pedagang di sepanjang jalan wisata.

“Pengelola wisata harus mengelola sampah dengan baik. Pedagang juga harus menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mamet berharap camat yang baru dapat melanjutkan program yang telah berjalan. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar pembangunan di Rancabali berjalan lebih optimal.

PanPan Risvan hadir sebagai camat baru dengan membawa harapan baru. Ia mengakui para pemangku kepentingan menaruh ekspektasi besar terhadap keberlanjutan program dan inovasi kebijakan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kabag Tapem Setda Kabupaten Bandung, Tati Suhartati, S.H. M.Si., yang hadir mewakili Asisten Pemerintahan dan Kesra yang saat ini sedang mengikuti rapat pentahelix di Sukamanah, mengucapkan selamat kepada Mamet yang bertugas di Kecamatan Kutawaringin.

Manajer Kebun Rancabali PTPN 1 Regional 2, Dadang Rukmana, S.P. (kiri) berfoto bersama Camat Mamet Slamet beserta istri usai memberikan kado kenangan. Foto Lily Setiadarma

“Semoga dapat membawa Kutawaringin menjadi kecamatan yang lebih baik lagi. Untuk Camat yang baru, Bapak Panpan, kami ucapkan selamat bertugas di Rancabali. Semoga dapat terus mengembangkan Rancabali melalui berbagai inovasi,” kata Tati.

“Inovasi Karasa yang diinisiasi oleh Camat sebelumnya, Bapak Kankan, sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan, sehingga masyarakat semakin merasakan kehadiran Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bandung hingga ke tingkat desa,” sambung Tati.

Ia juga menyebut bahwa Rancabali merupakan daerah wisata dengan banyak pelaku usaha. “Kami juga berharap para pelaku usaha di Kecamatan Rancabali dapat berkontribusi dalam menuntaskan berbagai permasalahan yang ada,” katanya.

Acara pisah sambut tersebut tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi. Ke depan, seluruh elemen diharapkan terus bergerak bersama untuk mendorong kemajuan Rancabali, terutama dalam pelayanan publik, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan.

Lily Setiadarma

Leave a Reply