WartaParahyangan.com
SOREANG – Dua pohon berdiameter besar di Jalan Raya Soreang–Ciwidey, tepatnya di depan SDN Cukanghaur, RT/RW 01/04, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan merusak bangunan sekolah.
Kekhawatiran itu disampaikan orang tua siswa, komite sekolah, dan pihak SDN Cukanghaur, Selasa (28/4/2026). Selain rawan tumbang saat hujan dan angin kencang, akar pohon tersebut telah merusak genteng sekolah dan menyebabkan keramik di ruang guru pecah-pecah serta dinding retak.
Guru Kelas 3 SDN Cukanghaur, Engkos Kasdi, S.Pd., mewakili Kepala Sekolah Rani Miranti, S.Pd.,M.Pd., mengatakan pohon tua yang berdekatan dengan gedung sekolah telah menimbulkan kerusakan.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada tim survei. Semoga secepatnya direalisasikan. Pohon besar ini merusak genteng dan beberapa ruang kelas, termasuk ruang kepala sekolah. Keramik pecah karena akar pohon. Ranting kering juga dikhawatirkan jatuh menimpa anak saat KBM, apalagi kalau hujan dan angin,” ujarnya.
Kepala Dusun 1 Desa Sukajadi, Heru Hediana, mengapresiasi langkah sekolah yang mengajukan penebangan. Menurutnya, usulan sudah beberapa kali diajukan sejak pergantian kepala sekolah, namun baru kali ini direspons.
“Hari ini Selasa (28/4) semua instansi terkait survei dan mengadakan pertemuan di SDN Cukanghaur. Saya sangat mendukung penebangan. Kami minta Dinas PUTR, Disdik Kabupaten Bandung, Disperkimtan, serta dinas lain segera menangani,” kata Heru.

Desakan serupa datang dari orang tua murid, komite sekolah, dan warga sekitar. Mereka menilai pohon tersebut mengancam keselamatan siswa, guru, dan pengguna jalan.
“Jalur di sekitar pohon jadi gelap dan rawan kecelakaan, terutama malam hari. Buah yang jatuh juga merusak atap dan genteng. Pohonnya sudah tua,” kata Kurniawan, warga RT 01 Babakan Sakola Cukanghaur.
Seluruh pihak berharap dinas terkait segera menebang kedua pohon demi keselamatan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar di SDN Cukanghaur.
Lily Setiadarma

















