WartaParahyangan.com
BANDUNG – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Bandung menggelar halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Aula Gedung Serbaguna, Jalan Wastukencana No. 2 Kota Bandung, Sabtu, 25 April 2026.
Dalam kegiatan bertema “Dengan Semangat Kebersamaan dan Ukhuwah Wredatama yang Berkesinambungan dalam Wadah PWRI” itu hadir Wali Kota Bandung H. Muhamad Farhan, SE., sebagai Pembina PWRI Kota Bandung, Ketua PWRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Yuyun Muslihat, M.Si., perwakilan PWRI kecamatan dan unsur organisasi pensiunan instansi perangkat daerah di lingkup Pemkot Bandung.
Hadir pula Ketua MUI Kecamatan Astana Anyar KH. Yayan Suryana, yang pada kesempatan itu memberikan tausiyah.
Di awal kegiatan digelar senam Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI) Alzheimer, yang dipimpin Ketua KLPI Kota Bandung, Dra. Hj. Irma N. Para peserta pun tampak antusias mengikuti gerakan senam yang bertujuan menjaga kebugaran fisik sekaligus fungsi kognitif para wredatama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhamad Farhan menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan kebersamaan. Ia menilai PWRI memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu para purnabakti aparatur negara.
“PWRI bukan sekadar tempat silaturahmi. Tapi organisasi ini juga menjadi ruang kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bandung,” ujar Farhan.
Ia juga mengapresiasi semangat para anggota PWRI yang terus aktif meskipun telah menyelesaikan tugas formal sebagai aparatur negara. Menurutnya, pengalaman para wredatama menjadi aset penting bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi lintas generasi.
“Energi positif yang hadir dalam kegiatan ini harus terus berlanjut, terutama untuk memperkuat sinergi dan kepedulian sosial, sehingga nilai-nilai kebersamaan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Ketua PWRI Kota Bandung, Tatang Sunarja, SH., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang murni berasal dari partisipasi anggota itu. “Kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan. Jadi, dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” katanya.
Tatang berharap dukungan pemerintah daerah dapat meningkat ke depan. Ia menilai keberadaan PWRI masih membutuhkan perhatian, terutama dalam mendukung berbagai program organisasi.
“Kami berharap ada peningkatan dukungan anggaran yang wajar agar program PWRI dapat berjalan lebih optimal,” ujar Tatang.
Ketua PWRI Jabar, Yuyun Muslihat, menegaskan bahwa kegiatan halalbihalal memiliki makna strategis. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin anggota PWRI terus berkontribusi, terutama dalam bidang pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi,” harapnya.
Di sisi lain, tausyiah yang disampaikan KH. Yayan Suryana menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa silaturahmi membawa berbagai keberkahan, mulai dari kelapangan rezeki hingga panjang umur. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak memutus hubungan persaudaraan.
“Silaturahmi itu membuka banyak kebaikan. Sebaliknya, memutus silaturahmi justru mendatangkan kerugian,” ujar Yayan.
Lily Setiadarma











