Sekjen PDI-P Resmikan Klinik Waluya Sejati Abadi, Tekankan Kesehatan Masyarakat Sebagai Fondasi Utama Membangun Bangsa yang Kuat

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Semangat kemanusiaan kembali ditegaskan melalui peresmian Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (25/1/2026).

Dalam peresmian yang dilakukan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto itu hadir antara lain Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, fungsionaris DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy’ari, pengurus PAC PDI-P se Kota Sukabumi dan sejumlah tokoh masyarakat.

Peresmian klinik ini menjadi penanda hadirnya pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berpihak kepada masyarakat, khususnya warga kecil yang membutuhkan akses layanan medis terjangkau.

Dalam sambutannya, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kerja politik sejatinya harus bermuara pada aksi kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh rakyat. “Api kemanusiaan harus terus dijaga. Klinik ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat, bukan sekadar janji atau wacana,” ujar Hasto.

Ia menekankan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat. Karena itu, PDI Perjuangan mendorong berbagai gerakan hidup sehat, termasuk senam Sicita serta pendampingan gizi berbasis kemandirian pangan.

Hasto juga menyoroti pentingnya pencegahan stunting sebagai bagian dari investasi masa depan bangsa. Menurutnya, generasi yang sehat dan tercukupi gizinya adalah kunci lahirnya sumber daya manusia unggul.

“Kita tidak bisa berharap masa depan yang maju jika anak-anak kita masih mengalami stunting. Keberpihakan pada kesehatan dan gizi rakyat adalah wujud nyata api kemanusiaan,” tegasnya.

Klinik Waluya Sejati Abadi dilengkapi tenaga medis profesional, fasilitas memadai, serta ketersediaan obat-obatan. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Kota Sukabumi dari tingkat paling dasar.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, terhitung mulai Januari 2026, seluruh klinik dan Puskesmas di dibebaskan dari segala beban retribusi. “Mulai tahun ini tidak ada lagi retribusi untuk kesehatan,” kata Ayep.

Dia juga berjanji akan mengawal status klinik tersebut dari pratama menjadi utama. “Badbya pun akan dinaikkan dari 20 menjadi lebih dari itu,” ujarnya.

Dia mengakui sebelum menjadi wali kota sekarang ini Ayep memiliki komitmen dengan salah seorang kepercayaan Presiden ke-5 Megawati, Ribka Tjiptaning dalam membangun kembali klinik tersebut.

Dia juga sempat menceritakan soal pertemuannya dengan Megawati Soekarno Putri pada 2013 silam. Ayep mengaku bangga bisa ketemu dengan Ketum PDI-P tersebut.

“Tahun 2012, saya sempat berdiskusi dengan istri saya. Waktu itu belum masuk partai dan ingin bertemu dengan beliau. Masuk partai 2021. Saya kesulitan bertemu dan alhamdulillah kemarin bisa berfoto berdua dengan beliau,” tuturnya.

Ayep juga berjanji akan menyelesai kemiskinan desil 1 dan 2 yang ada di Kota Sukabumi yang jumlahnya mencapai 65 ribu dan kemiskinan ekstrem yang berjumlah 8.900. Juga akan menuntaskan angka pengangguran yang jumlahnya mencapai 15.400 orang. Angka stunting juga bisa ditekan hingga 7,2 di tahun 2025.

“Saat ini angka stunting ada di angka 19 persen. Ada 26 indikator yang akan kita kejar untuk penanganan kemiskinan, kesehatan dan pengangguran oleh sekitar 35 OPD,” ujarnya.

Jenal

Leave a Reply