WartaParahyangan.com
CIANJUR – Para siswa SDN Karyamukti, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan, terpaksa belajar di bangunan kelas yang rusak parah dan nyaris ambruk.
Kerusakan gedung sekolah tersebut diduga akibat gempa dahsyat yang menimpa Cianjur pada 2022 dan pergerakan tanah yang belum sepenuhnya tertangani.
“Sekolah ini punya empat ruang, tapi satu ruang sudah tidak bisa dipakai karena kondisinya sangat membahayakan,” kata Eliyan Syahudin, salah seorang guru SDN Karyamukti, kepada wartawan, kemarin.
Akibat keterbatasan ruangan, pihak sekolah menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan. Satu kelas diisi oleh dua rombongan belajar sekaligus. Di SD ini ada dua ruang kelas yang rusak parah dari total 4 ruangan.
“Sebagai guru, kami sangat khawatir atas keselamatan para siswa. Proses pembelajaran juga jadi tidak efektif karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Eliyan.
Pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pemerintah, namun belum ada realisasi pembangunan. Sekolah tersebut memiliki 52 siswa dan 7 tenaga pendidik.
Para siswa juga merasakan ketidaknyamanan. “Belajarnya digabung sama kelas lima. Nggak nyaman. Juga takut bangunan roboh,” kata Deniya, siswa kelas 6.
Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan sekolah demi keselamatan dan kenyamanan belajar generasi penerus bangsa ini.
Asep R. Rasyid











