WartaParahyangan.com
CIANJUR – Ratusan warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyambut haru kedatangan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., dalam kegiatan reses, Selasa (3/11/2026).
Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan, terutama perbaikan jalan lingkungan di sejumlah RT dan RW serta penyediaan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Metty menyatakan kesiapannya mengawal berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat agar memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Menurut dia, pembangunan jalan lingkungan dan penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Jalan yang memadai diperlukan untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi, sedangkan sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Metty menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses harus ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pembangunan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Jalan lingkungan dan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga. Aspirasi masyarakat Kertamukti akan kami kawal dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian sesuai skala prioritas pembangunan,” sambung Ketua Umum Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957 itu.
Kades Beri Apresiasi
Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Metty yang turun langsung menemui masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan pembangunan di wilayahnya.
Cepi menilai Metty sebagai tokoh politik yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa. Ia juga mengapresiasi kiprah Metty sebagai perempuan yang menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, sebuah posisi penting dalam perjalanan sejarah lembaga perwakilan rakyat di daerah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Metty Triantika yang turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Beliau menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan warga, terutama pembangunan jalan dan penyediaan air bersih. Kami berharap aspirasi tersebut dapat segera direalisasikan,” paparnya.
Menurut Cepi, kegiatan reses merupakan kesempatan penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah desa, DPRD, dan pemerintah kabupaten dalam mempercepat pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Bantu Insentif RT, RW, dan Guru Mengaji
Sehari sebelumnya, Senin (2/11/2026), Metty melaksanakan reses di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, dengan menerima berbagai aspirasi mengenai pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan pengurus lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sekretaris desa, para ketua RW dan RT, kader PKK, Karang Taruna, guru ngaji, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi jalan kabupaten yang masih berupa tanah dan belum mendapatkan pengaspalan.
“Pembangunan jalan merupakan kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan agar mendapatkan perhatian pemerintah daerah,” ujar Metty dalam pernyataan pada naskah kegiatan Murnisari.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah ketua RT, RW, dan guru mengaji juga mengeluhkan minimnya insentif yang selama ini mereka terima. Mendengar keluhan itu, Metty secara spontan memberikan bantuan berupa paket insentif dari dana pribadinya kepada para guru mengaji serta seluruh ketua RT dan RW yang hadir.
Metty, yang juga menjabat Ketua Bidang Perumahan dan Permukiman DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, menilai, para pengurus lingkungan dan guru mengaji memiliki peran penting dalam pelayanan sosial serta pendidikan keagamaan masyarakat.

“Para ketua RT dan RW bekerja langsung melayani masyarakat. Begitu pula guru mengaji yang dengan penuh keikhlasan mendidik anak-anak kita. Pengabdian mereka sangat besar dan sudah sepatutnya memperoleh perhatian serta penghargaan yang layak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa bantuan pribadi tersebut bukan pengganti tanggung jawab pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan pengurus lingkungan maupun tenaga pendidikan keagamaan.
Metty yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Jawa Barat tersebut berharap rangkaian kegiatan reses di Kecamatan Mande dan Haurwangi dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dan DPRD sekaligus mendorong penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan desa.
“Jangan pernah patah semangat. Kita harus terus bergotong royong, saling mendukung, dan berkolaborasi. Sebab dengan kebersamaan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan lebih mudah kita carikan jalan keluarnya,” ujar Metty yang menutup kegiatan dengan beberapa pantun yang menyegarkan suasana.
Asep R. Rasyid











