Yayasan Panata Giri Raharja Bersama PWI dan Komunitas TOB Gelar Penanaman Pohon di Kawasan Gambung Pasirjambu

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Aksi pelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung kembali menguat melalui gerakan tanam pohon lintas komunitas di kawasan Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Sabtu (17/1/2026).

Kali ini Yayasan Panata Giri Raharja Kabupaten Bandung menggagas kegiatan tersebut bersama insan jurnalis dari PWI Kabupaten Bandung dan Komunitas TOB (TS Owners Bandung) di Bumi Perkemahan Rancacangkuang dan Blok Malaberes, kawasan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Desa Mekarsari.

Sejak pagi, seluruh peserta berkumpul di area pembibitan Papakmanggu, kemudian bergerak menuju lokasi penanaman sekitar pukul 11.00 WIB. Di kawasan Rancacangkuang dan Blok Malaberes, peserta langsung melakukan penanaman pohon secara serentak. Selain menanam bibit baru, tim juga melakukan pemupukan dan penggantian tanaman yang tumbuh kurang optimal.

Ketua Yayasan Panata Giri Raharja Kabupaten Bandung, Eyang Memet, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya konservasi lingkungan. Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan alam.

“Sejak berangkat dari Papakmanggu, kami menyamakan persepsi dan membangun semangat bersama. Kami ingin konservasi menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar kegiatan simbolik,” ujar Eyang Memet.

Ia menjelaskan bahwa tim melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tanaman yang ditanam satu tahun lalu di kawasan Rancacangkuang. Selain itu, yayasan juga menambah penanaman baru sebanyak sekitar 300 pohon dengan lebih dari 21 jenis tanaman.

Eyang Memet juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mencakup pengembangan kawasan keanekaragaman hayati di Blok Malaberes seluas 1,2 hektare, sehingga total kawasan konservasi yang dikelola kini mencapai sekitar 3,2 hektare.

“Kawasan ini kami arahkan menjadi ruang hidup keanekaragaman hayati. Tanaman yang tumbuh merupakan hasil penanaman satu hingga satu setengah tahun lalu,” katanya.

Ia berharap kawasan tersebut dapat berfungsi sebagai aset pendidikan jangka panjang. Menurutnya, kawasan konservasi ini dapat menjadi laboratorium hidup bagi pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari keanekaragaman hayati Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua PWI Kab. Bandung, Enung D. Susana, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya menghutankan kembali sebagian bumi Kabupaten Bandung.

“Kami sangat mengapresiasi Eyang Memet yang telah menginisiasi kegiatan penanaman pohon ini. Mudah-mudahan ada Eyang Memet-Eyang Memet lain yang mau menghijaukan bumi ini khususnya Kabupaten Bandung,” kata Enung

Ketua Komunitas TOB, Heru Khoeruman Farid, menyatakan bahwa komunitasnya berkomitmen berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.

“Kami ingin ikut menjaga alam, meskipun kontribusinya kecil. Tujuan utamanya untuk masa depan generasi berikutnya,” ujar Heru.

Ia juga mengungkapkan alasan komunitasnya menggandeng Eyang Memet. Ia menilai Eyang Memet sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan konservasi lingkungan tanpa pamrih.

“Beliau memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan ekosistem. Semua beliau lakukan dari hati. Itu yang mendorong kami untuk berkolaborasi,” katanya.

Dewan Penasehat TOB, Rudi Nero, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai aksi tanam pohon menjadi wujud kepedulian komunitas otomotif terhadap alam. “Kami sering berkegiatan di alam terbuka. Melalui kegiatan ini, kami ikut berkontribusi langsung dengan menanam pohon,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, para penggiat lingkungan berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam terus meningkat.

Lily Setiadarma