WartaParahyangan.com
Anggota DPRD Kota Sukabumi, Suhud Jaya Kusuma, menyoroti persoalan bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran serta lambannya penanganan warga terdampak bencana di wilayah Kota Sukabumi.
Hal itu diungkapkan Suhud saat melaksanakan Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (5/2/2026), yang juga dihadiri penasihat DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Charli Dahlan.
Suhud menyampaikan, keluhan mengenai BLT dan bantuan sosial lainnya terus disampaikan masyarakat. Ia menilai persoalan utama terletak pada sistem pendataan dan mekanisme penyaluran yang belum dibenahi secara menyeluruh.
“Persoalan ini selalu berulang. Yang disalahkan di lapangan justru RT dan RW, sementara warga yang seharusnya menerima bantuan masih terlewat,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar itu.

Karena itu, Suhud minta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak memicu konflik sosial di masyarakat.
Selain itu, Suhud juga menyinggung penanganan dampak bencana seperti banjir, gempa, dan rumah roboh yang hingga kini masih dikeluhkan warga. Menurutnya, dengan ketersediaan anggaran Belanja Tidak Terduga, seharusnya penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
“Kalau anggarannya tersedia, tidak ada alasan untuk menunda. Warga butuh kepastian, bukan janji,” tegas anggota Komisi 1 DPRD Kota Sukabumi tersebut.
Di sisi infrastruktur, Suhud mengingatkan pemerintah daerah agar serius menangani kerusakan jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Ia menilai perbaikan jalan harus menjadi prioritas demi keselamatan masyarakat.
Suhud juga menyampaikan dorongan DPRD terhadap percepatan pembangunan jalur ganda kereta api atau double track yang saat ini baru sampai Cicurug, agar dapat dilanjutkan hingga Kota Sukabumi sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah.
Jenal











