WartaParahyangan.com
BANDUNG BARAT – Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 76 jiwa warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang tertimpa bencana langsung dinyatakan belum ditemukan. Diduga mereka tertimbun tanah longsoran.
Dikutip dari jabarprov.go.id, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, data sementara per Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan berhasil menemukan 14 korban meninggal dunia di Desa Pasirlangu.
Sementara di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, jumlah korban meninggal dunia sebanyak dua orang.
Selain korban meninggal dunia, di Pasirlangu dilaporkan masih ada warga yang belum ditemukan sebanyak 76 jiwa. “Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan,” kata Abdul dalam rilis yang dikeluarkan BNPB, Minggu (25/1/2026).
Tim gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan, terus mencari korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
Terhadap korban yang terindentifikasi, sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga. Sedangkan korban yang belum teridentifikasi masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Pengerahan alat berat juga telah dilakukan untuk mencari korban yang masih tertimbun longsor. Namun, kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian korban.
Seperti diketahui, bencana longsor menimpa Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun material longsor dan menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 rumah terdampak dengan jumlah korban mencapai 113 jiwa dari sekitar 34 kepala keluarga (KK). Dari total tersebut, 14 korban meninggal dunia telah dievakuasi.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
“Kejadiannya diawali dengan suara gemuruh. Warga mendengar gemuruh, lalu tiba-tiba terjadi banjir besar yang membawa material longsor dan menimbun rumah-rumah warga,” ujar Jeje, Sabtu (24/1/2026), dikutip dari bandungbaratkbab.go.id.
Saat ini, aparat gabungan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban. Tim terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, perangkat kecamatan, serta dibantu para relawan.
“Fokus utama kita adalah pencarian korban yang masih hilang dan penyelamatan warga terdampak. Semua unsur terlibat untuk mempercepat proses evakuasi,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meninjau lokasi longsor tersebut Sabtu (24/1/2026), menyatakan pihaknya akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat.
Dari pantauan Dedi Mulyadi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.
“Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, di Kecamatan Cisarua.
Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari. Sedangkan keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.
Menurut KDM, saat ini pemerintah daerah fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor. Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.
Lily Setiadarma











