WartaParahyangan.com
CIANJUR – Di penghujung September 2026 ini, pengabdiannya sebagai salah seorang pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur, berakhir. Ia tak mencalonkan lagi sebagai pimpinan BAZNAS periode berikutnya, karena memang sudah dua periode.
Itulah H. Hilman Saukani, M.Pd. Pengabdiannya di BAZNAS Kabupaten Cianjur selama dua periode (2015-2026) banyak mewarnai perjalanan BAZNAS Cianjur.
Bahkan bisa dibilang Hilman merupakan satu dari sejumlah pimpinan BAZNAS Cianjur yang membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang lebih transparan, akuntabel, dan berkoridorkan prinsip “Tiga Aman” (Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI). Tiga Aman itu adalah pilar tata kelola yang diterapkan oleh BAZNAS untuk memastikan dana ZIS dikelola secara profesional.
Selama dua periode tersebut, Hilman dipercaya sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Cianjur (2015-2017) dan Wakil Ketua IV BAZNAS Cianjur (2018-2026). Dua periode kepemimpinan ini menjadi bukti komitmen dan kepercayaan lembaga kepadanya dalam mengelola ZIS untuk masyarakat Kabupaten Cianjur.
Dalam menjalankan amanahnya sebagai pimpinan BAZNAS, Hilman berpegang pada prinsip kerja sangat sederhana: kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Prinsip ini menjadi pegangan dalam setiap langkahnya.
Ia juga tidak banyak bicara, tapi fokus pada aksi nyata. Bagi Hilman, amanah adalah tanggung jawab yang harus dituntaskan sebaik-baiknya, sekecil apapun itu.
Bahkan selama menjalankan tugasnya sebagai pimpinan BAZNAS Cianjur, Hilman yang merupakan seorang pendidik itu dikenal sangat dekat dengan para jurnalis. Ruang komunikasi yang terbuka lebar serta kemudahan akses informasi, menjadikan Hilman sebagai sahabat insan pers di Kabupaten Cianjur. Dampaknya tentu banyak program BAZNAS Cianjur yang tersampaikan kepada masyarakat.
Menurut seorang wartawan senior di PWI Kabupaten Cianjur, Wawan Kusmiran, bagi Hilman jurnalis adalah mitra strategis dalam menyebarluaskan kebaikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membayar kewajiban zakat.
Itulah secercah pengabdian Hilman Saukani selama 10 tahun di BAZNAS Cianjur. Baginya ia telah membuktikan bahwa pengabdian tidak butuh slogan besar. Cukup dengan kerja tulus, komunikasi yang baik, dan konsistensi atas tugas dan tanggung jawabnya.
Asep R. Rasyid











