Kawal Aspirasi Warga Dapil IV, Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Tutup Reses di Desa Babakansari

WartaParahyangan.com

CIANJUR – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., menutup rangkaian kegiatan reses masa persidangan I tahun sidang 2026–2027 di Aula Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi agenda terakhir dari enam pertemuan dengan masyarakat yang berlangsung sejak 30 Oktober 2026.

Reses dihadiri Kepala Desa Babakansari Dedi Bahrudin, S.Pt., M.Si., pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Achmad Rifai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, komunitas perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta Karang Taruna.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Metty sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur yang meliputi lima kecamatan, yakni Ciranjang, Mande, Sukaluyu, Bojongpicung, dan Haurwangi.

Selama masa reses kali ini, Metty mengunjungi enam desa di empat kecamatan, yakni Cibarengkok dan Neglasari di Kecamatan Bojongpicung, Murnisari di Kecamatan Mande, Kertamukti di Kecamatan Haurwangi, serta Sindangraja dan Babakansari di Kecamatan Sukaluyu.

Metty menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara masyarakat dan lembaga legislatif untuk memastikan berbagai kebutuhan pembangunan memperoleh perhatian pemerintah daerah.

Menurut dia, reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, pelayanan dasar, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi hingga kesejahteraan sosial.

Dalam rangkaian reses sebelumnya, Metty menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan.

“Saya berharap seluruh masyarakat terus mengawal program pembangunan yang sudah berjalan maupun yang sedang dikerjakan. Kita ingin setiap program benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Metty saat reses di Desa Cibarengkok, 30 Oktober 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus tetap berlangsung meskipun masa reses telah berakhir.

“Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting bagi kami dalam memperjuangkan program pembangunan. Karena itu, komunikasi harus terus terjalin, bukan hanya ketika reses, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kepala Desa Babakansari, Dedi Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan reses yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur.

Menurut Dedi, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi kesempatan penting bagi pemerintah desa untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang memerlukan dukungan pemerintah kabupaten.

Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui kegiatan reses dapat terus berlanjut, terutama dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan pelayanan publik.

Keterlibatan para pengurus RT dan RW, tokoh perempuan, pemuda, pelaku UMKM, serta unsur masyarakat lainnya juga menjadi bagian penting dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan dari tingkat lingkungan.

Kehadiran Achmad Rifai bersama sejumlah pengurus Partai Golkar Kabupaten Cianjur turut melengkapi kegiatan tersebut. Sementara itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas hadir bersama unsur pemerintahan dan masyarakat desa.

Bagi pemerintah desa, forum reses merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang belum dapat sepenuhnya dipenuhi melalui anggaran desa.

Enam Desa, Beragam Aspirasi Pembangunan

Rangkaian reses Metty dimulai di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Jumat (30/10/2026), dan dihadiri sekitar 150 warga dari berbagai unsur masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Metty mengajak warga ikut mengawasi pembangunan daerah agar program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata.

Kegiatan berlanjut di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Senin (2/11/2026). Warga menyampaikan kebutuhan pengaspalan jalan kabupaten yang masih berupa tanah serta persoalan minimnya insentif bagi pengurus RT, RW, dan guru mengaji.

Mendengar keluhan tersebut, Metty secara spontan memberikan bantuan berupa paket insentif dari dana pribadinya kepada para pengurus lingkungan dan guru mengaji yang hadir.

“Para ketua RT dan RW bekerja langsung melayani masyarakat. Begitu pula guru mengaji yang dengan penuh keikhlasan mendidik anak-anak kita. Pengabdian mereka sangat besar dan sudah sepatutnya memperoleh perhatian serta penghargaan yang layak,” papar Metty.

Sehari berikutnya, Selasa (3/11/2026), Metty mengunjungi Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi. Ratusan warga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan lingkungan di sejumlah RT dan RW serta pembangunan sumur bor untuk meningkatkan akses air bersih.

“Jalan lingkungan dan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga. Aspirasi masyarakat Kertamukti akan kami kawal dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian sesuai skala prioritas pembangunan,” sambung Metty.

Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Metty yang turun langsung menemui masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Metty Triantika yang turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Beliau menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan warga, terutama pembangunan jalan dan penyediaan air bersih. Kami berharap aspirasi tersebut dapat segera direalisasikan,” ujar Cepi.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Rabu (4/11/2026), dan Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kamis (5/11/2026), sebelum ditutup di Desa Babakansari pada Jumat (6/11/2026).

Di sela-sela kegiatan reses, Metty juga menyempatkan diri mengunjungi masyarakat secara langsung, termasuk memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan olahraga warga di Kecamatan Bojongpicung.

Metty, yang juga menjabat Ketua Umum Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957 dan Ketua Bidang Perumahan dan Permukiman DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, berharap aspirasi dari masyarakat Dapil IV dapat menjadi bahan dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga legislatif, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

“Jangan pernah patah semangat. Kita harus terus bergotong royong, saling mendukung, dan berkolaborasi. Sebab dengan kebersamaan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan lebih mudah kita carikan jalan keluarnya,” ujar Metty.

Dengan berakhirnya rangkaian reses tersebut, Metty berharap, berbagai aspirasi masyarakat yang ia terima dapat diwujudkan sesuai harapan masyarakat.

“Tugas kami berikutnya adalah memastikan usulan seluruh warga dapat memperoleh tindak lanjut melalui proses perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memantau realisasinya,” tutup Metty.

Asep R. Rasyid

Leave a Reply