Dinilai Terlalu Mahal, Orang Tua Siswa Keluhkan Biaya Pendaftaran Lomba AKSERA PC IGRA Ciwidey

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Biaya pendaftaran lomba AKSERA yang digelar PC IGRA Kecamatan Ciwidey, menuai keluhan orang tua siswa. Karena setiap peserta diminta membayar Rp150 ribu untuk kegiatan di Villa Komando, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (5/5/2026).

Biaya tersebut dinilai memberatkan, terlebih peserta tidak mendapat konsumsi baik makanan ringan maupun makan siang. “Biaya Rp150 ribu bagi saya sangat berat, apalagi saya menyekolahkan dua anak,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya, Rabu (6/5/2026).

Ia menyebut panitia mengklaim biaya untuk transportasi. Namun jika peserta tak menggunakan fasilitas kendaraan dari panitia, biaya turun menjadi Rp125 ribu.

Ketua PC IGRA Kecamatan Ciwidey Aan Anah.

“Harapannya ada pemantauan dari Kemenag atau dinas terkait. Kegiatan ini terkesan dipaksakan dan mencari untung. Kalau dilaksanakan di alun-alun atau pinjam aula kantor desa/kecamatan, biayanya tidak akan sebesar itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC IGRA Kecamatan Ciwidey Aan Anah, S.Pd., saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (7/5/2026), menjelaskan Lomba AKSERA tahun ini diikuti sekitar 800 peserta.

“AKSERA merupakan program tahunan hasil rapat kerja cabang yang sudah disepakati bersama. Ini juga program dari provinsi, kabupaten, turun ke cabang. AKSERA ini sudah disepakati semua. Jadi hasil salah satu program setiap tahun,” jelas Aan.

Soal biaya Rp150 ribu, Aan menegaskan setoran ke PC IGRA sebenarnya hanya Rp80 ribu. “Untuk ke PC-nya untuk AKSERA itu hanya 80.000, nggak sampai 100.000. Jadi mereka mungkin dengan 150.000, karena kita kembali lagi ke lembaganya masing-masing,” ujarnya.

Aan juga menjelaskan, tiap lembaga melakukan rapat dengan orang tua sebelum lomba untuk menyepakati biaya. “Di lembaga saya tidak sebesar itu, jadi setiap lembaga beda-beda. Karena sebenarnya di lembaga saya juga gak ikut semua, tidak memaksa harus ikut,” ujar Aan.

Terkait pemilihan Villa Komando, Aan menyebut lokasi dipilih atas kesepakatan kepala sekolah. Pertimbangannya faktor keamanan dan permintaan orang tua yang ingin sekalian rekreasi.

“Tahun kemarin juga di Komando. Pas rapat orang tua ‘di Komando lagi?’, ‘iya enak bisa sambil berenang’. Pernah juga di Lapang Danalaga, Pusdai, Toko Samudera, tapi khawatir anak-anak kecil karena jalanan macet. Jadi saya ambil Komando karena aman,” katanya.

Lily Setiadarma

Leave a Reply