WartaParahyangan.com
BANDUNG – Kawasan wisata alam Bumi Perkemahan (Buper) Ranca Upas di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, mencatat lonjakan kunjungan signifikan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Destinasi unggulan di Bandung selatan ini menarik wisatawan lokal hingga mancanegara yang ingin menikmati suasana pegunungan yang sejuk dan alami.
Sejak memasuki masa libur Lebaran, pengelola mencatat tren peningkatan kunjungan harian. Wisatawan datang silih berganti sejak pagi hingga sore. Mereka memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata bersama keluarga, pasangan, atau pun komunitas.
Site Manager Ranca Upas, Jaka Ismawijaya, menyampaikan bahwa lonjakan kunjungan mulai terasa sejak awal libur Lebaran. Ia menyebut angka kunjungan harian menunjukkan tren positif meskipun sektor camping belum sepenuhnya optimal.
“Alhamdulillah, kunjungan di momen libur Hari Raya Idul Fitri meningkat. Untuk rata-rata kunjungan per hari berada di kisaran 1.800 hingga 2.200 orang,” ujar Jaka kepada wartaparahyangan.com saat di temui di lokasi, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, Jaka mengakui bahwa minat wisatawan terhadap aktivitas berkemah masih belum maksimal. Karena itu pihak pengelola terus melakukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik sektor tersebut. Salah satunya melalui penambahan fasilitas camping eksklusif.
“Kami menambah campervan eksklusif dan juga iglo camp. Penambahan ini sekitar 15 unit, termasuk tenda Naturehike. Fasilitas ini kami hadirkan untuk menunjang minat camping yang nyaman dan aman,” jelasnya.

Kenyamanan, lanjut Jaka, memang menjadi faktor utama yang dicari wisatawan saat memilih pengalaman berkemah. Oleh karena itu, pengelola terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas.
“Wisatawan sekarang ingin camping yang nyaman. Dengan fasilitas yang kami sediakan, mereka merasa puas. Apalagi didukung kondisi alam Ranca Upas yang sejuk,” katanya.
Ia juga menyebutkan, daya tarik utama Ranca Upas tetap bertumpu pada penangkaran rusa. Kawasan ini menghadirkan pengalaman interaksi langsung antara pengunjung dan rusa jinak. Wisatawan dapat memberi makan, berfoto, hingga menikmati suasana alam terbuka yang asri.
“Kalau ikon utama di sini, tetap penangkaran rusa. Selain itu, kolam renang juga cukup banyak diminati,” kata Jaka.
Selama libur Lebaran, kunjungan wisatawan mancanegara, tetap tercatat meskipun jumlahnya tidak terlalu dominan. Kehadiran wisatawan asing ini tetap memberikan kontribusi terhadap citra destinasi Ranca Upas di tingkat global.
Karena itu, tengah peningkatan kunjungan selama libur Lebaran, pengawasan dan pengelolaan destinasi lebih intensif. “Hari ini kami fokus melakukan pengawalan di Ranca Upas. Besok kami lanjutkan ke Kawah Putih,” ujar Senior Analis Pengelolaan Destinasi, Sunti Rusminiati.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kondisi di lapangan tetap kondusif, dan pelayanan terhadap wisatawan berjalan dengan baik. “Alhamdulillah, kondisi hari ini aman, lancar, dan kunjungan sangat tinggi, mencapai 2.000-an orang,” jelasnya.
Sunti menyebutkan, pengawalan akan berlangsung hingga 29 Maret 2026. Ia berharap seluruh rangkaian libur Lebaran dapat berjalan tanpa gangguan berarti. “Kami pastikan situasi tetap aman, lancar, dan kondusif. Pelayanan kepada wisatawan juga kami jaga agar tetap optimal,” tegasnya.
Di sisi fasilitas pendukung, Teras Kopi Upas menjadi salah satu titik favorit wisatawan. Area kuliner ini menawarkan berbagai menu makanan dan minuman yang cocok dinikmati di tengah udara dingin pegunungan.
Barista Teras Kopi Upas, Rifki Alfian Ramdhani, menjelaskan bahwa kunjungan ke area tersebut meningkat tajam selama libur Lebaran. Juga banyak wisatawan memanfaatkan tempat ini untuk bersantai.
“Untuk sekarang, kunjungan ke Teras Kopi sangat ramai. Banyak wisatawan yang datang untuk minum kopi, makan, atau sekadar nongkrong sambil menikmati live music,” ujarnya.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari makanan berat hingga camilan ringan tersedia untuk memenuhi selera pengunjung. “Kami menyediakan rice bowl, nasi goreng, kentang goreng, pisang goreng, mix platter, dan rujak cireng. Untuk best seller, rujak cireng dan nasi goreng cukup diminati,” jelas Rifki.
Jam operasional yang fleksibel juga menjadi nilai tambah. Teras Kopi Upas buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Namun demikian, operasional dapat diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB jika kunjungan masih ramai.

Salah seorang pengunjung, Intan Permatasari, asal Karawang, mengaku puas dengan fasilitas camping yang tersedia. “Kami pilih private camp karena praktis. Fasilitasnya lengkap, mulai dari tenda, alat masak, hingga perlengkapan tidur. Jadi kami tinggal datang saja,” ujarnya.
Ia menilai suasana Ranca Upas sangat cocok untuk relaksasi. Udara yang sejuk dan suasana alam yang tenang menjadi daya tarik utama. “Tempat ini cocok untuk pasangan atau keluarga yang ingin healing dari kota. Suasananya adem dan nyaman,” ujar Intan.
Hal senada disampaikan Rama Bestari, wisatawan asal Jakarta. Ia menilai Ranca Upas menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. “Datang ke sini puas. Apalagi di Teras Kopi Upas, kita bisa menikmati suasana sambil bernyanyi. Tempat ini cocok untuk kumpul keluarga atau teman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa suasana alam yang sejuk menjadi nilai lebih dibandingkan destinasi lain. “Udara dingin dan suasananya benar-benar bikin betah. Ini jadi tempat yang menyenangkan untuk refreshing,” kata Rama.
Dengan berbagai daya tarik yang dimiliki, Ranca Upas terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Bandung selatan. Apalagi pengelola berkomitmen menjaga kualitas layanan dan keamanan bagi para pengunjung.
Karena itu, kawasan wisata tersebut diprediksi akan terus menjadi pilihan utama wisatawan, khususnya pada momentum libur panjang seperti Idul Fitri.
Lily Setiadarma











