WartaParahyangan.com
BANDUNG – Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Bandung terus memperkuat peran posyandu. Ini antara lain dilakukan dengan menggelar pendampingan transformasi posyandu dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Aula Kantor Kecamatan Ciwidey, Rabu (10/9/2025).
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tim Roadshow Posyandu Kabupaten Bandung Hj. Tintin Cakra Amiayana, Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi, S.E., M.Si., Ketua TP Posyandu Kecamatan Ciwidey, kader posyandu se-Kecamatan Ciwidey, UPTD Kesehatan Puskesmas Ciwidey, perwakilan dinas terkait, ratusan kader dan tokoh masyarakat.
Ketua Tim Roadshow Posyandu Kabupaten Bandung Hj. Tintin Cakra Amiayana menjelaskan arah perubahan posyandu. Ia menegaskan bahwa posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tapi juga mulai melayani enam bidang SPM: pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, ketertiban umum, pekerjaan umum, dan sosial.
Tintin juga memperkenalkan aplikasi Sipandu Bedas, sehingga Kabupaten Bandung menjadi daerah pertama di Indonesia yang meluncurkan aplikasi posyandu berbasis enam SPM.
“Melalui Sipandu Bedas, setiap keluhan masyarakat langsung masuk ke OPD terkait. Dengan begitu, kader tidak lagi menunggu lama karena jawaban dan solusi bisa segera hadir,” ujar Tintin kepada wartaparahyangan.com usai kegiatan di Kecamatan Ciwidey.

Menurut Tintin, perubahan tersebut menuntut peningkatan kapasitas kader. Karena itu, roadshow posyandu menghadirkan simulasi penggunaan aplikasi, sesi sosialisasi, dan pelatihan langsung. Dengan langkah ini, kader memiliki bekal lebih untuk menjalankan peran mereka di lapangan.
Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, Kecamatan Ciwidey mendapat giliran pada hari ketiga roadshow posyandu.
“Kami merasa bangga karena kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Pasirjambu dan Rancabali. Ibu Sekda hadir sebagai Ketua Tim Tiga bersama seluruh anggotanya,” tuturnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 200 peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 153 kader posyandu hadir lengkap bersama kepala desa dan ketua TP PKK desa.
“Saya bersyukur karena para kader tidak asing dengan aplikasi Sipandu. Bahkan, saat simulasi, mereka cepat memahami langkah-langkah yang dicontohkan Ibu Sekda,” jelasnya.

“Dengan laporan digital, tim pembina bisa segera memantau. Posyandu pun dapat lebih berperan dalam menurunkan angka stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta mengajak masyarakat peduli sampah,” lanjutnya.
Ketua TP-PKK Kecamatan Ciwidey Hj. Lala Jamilah, S.Sos., M.Si. menilai roadshow posyandu sangat penting. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memperkenalkan konsep posyandu 6 SPM kepada seluruh desa di Kabupaten Bandung.
“Simulasi yang kami jalani tadi membantu kader memahami tugas mereka. Kader jadi tahu cara memberi solusi ketika warga menyampaikan masalah,” ujarnya.
Ia berharap para kader semakin bersemangat dan percaya diri setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Kader berperan sebagai garda depan layanan masyarakat. Karena itu, PKK siap memperkuat peran kader agar posyandu semakin berdaya, dan kami ingin para kader memahami perannya, menyalurkan semangat, dan memberi pengetahuan yang bermanfaat,” katanya.

Pembina TP Posyandu Desa Panyocokan, Wida Marantika, menilai kegiatan pendampingan itu memberikan manfaat nyata bagi kader.
“Kami bisa menampung aspirasi warga lebih mudah. Setelah itu, kami menyampaikannya ke pemerintahan desa agar desa bisa menyusun program di musrenbang,” ungkapnya.
Menurut Wida, kejelasan alur aspirasi meningkatkan kepercayaan kader dalam bekerja. Warga pun semakin yakin karena mereka melihat masalah langsung diteruskan hingga ke pengambil kebijakan.
Transformasi posyandu di Kabupaten Bandung menegaskan bahwa posyandu bukan lagi sekadar pusat layanan kesehatan. Dengan Sipandu Bedas, laporan kader terintegrasi dengan sistem pemerintah. Data ini membantu pemerintah daerah mengambil keputusan cepat dan menyusun program tepat sasaran.
Keterlibatan camat, kepala desa, PKK, dan kader memperlihatkan kolaborasi lintas sektor. Kerja sama ini menjadi modal besar untuk menghadirkan posyandu sebagai pusat solusi sosial di tengah masyarakat.
Lily Setiadarma

















