WartaParahyangan.com
CIANJUR – Hujan deras dengan intensitas tinggi dan waktu yang sangat lama, mengakibatkan sejumlah titik di ruas jalan Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, tertimbun tanah longsor, Selasa (5/5/2026).
Longsor menimbun jalan poros dusun antara Kampung Jaringao dan Cikoneng, yang diperkirakan ada 10 titik longsor dengan kondisi berat. Akibatnya akses dan badan jalan tertutup sama sekali, tidak bisa di lewati kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Longsor lainnya juga terjadi di Kampung Citangkil. Tanah longsoran menutup badan jalan, dan juga beberapa rumah di Kampung Pasirjati ikut terdampak dengan kondisi sedang.

Kepala Desa Kemang, Dadan R. Subarna, ketika dihubungi wartaparahyangan.com menyebutkan kondisi terakhir di wilayah RW 06, jalan tertutup total. Warga masyarakat tidak bisa keluar menggunakan kendaraan, terutama anak sekolah tidak bisa melewati jalan tersebut, dan mereka terpaksa diliburkan.
“Hujan sudah berhenti dan Sungai Cihea sudah mulai menyusut. Bersyukur tidak ada korban jiwa dan kerugian material belum tercatat,” ujar Dadan.
Ia mengakui, penanganan longsor tersebut tidak mudah, karena banyaknya titik longsor dengan volume yang sangat panjang. Untuk itu diperlukan alat berat dalam penanganannya. Jika dikerjakan oleh tenaga manusia akan memakan waktu lama. Akibatnya anak-anak tidak bisa sekolah dan aktifitas warga masyarakat terhambat.

“Kami mohon bantuan instansi untuk pengiriman alat berat sesegera mungkin agar semuanya bisa cepat ditangani,” ujarnya Kepala Desa Kemang.
Sementara itu, warga Desa Kemang mengungkapkan kekecewaannya karena bantuan penanganan dari Pemkab Cianjur terkesan lambat. Malah disesalkan karena pemerintah daerah setempat terlalu fokus pada kegiatan karnaval Binokasih.
“Masalah longsor lebih utama, ini malah lambat penanganan, karena mungkin fokus ke karnaval,” ujar Jek, salah seorang warga Kemang.
Wan Kus











