WartaParahyangan.com
CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian membuka Gebyar Peresmian Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) se-Kabupaten Cianjur yang ditandai dengan perbaikan satu unit rutilahu di Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan Gotong Royong Lobaan (Gorol) tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan rutilahu yang dilakukan secara serentak di 22 kecamatan prioritas di Kabupaten Cianjur.
Peresmian dilaksanakan secara simbolis dan diikuti secara daring melalui zoom oleh masing-masing kecamatan yang menjadi lokasi pembangunan.
Berdasarkan data program, terdapat 1.546 unit rutilahu yang dibangun secara serentak di 22 kecamatan. Jumlah tersebut tersebar mulai dari Kecamatan Agrabinta sebanyak 59 unit, Campaka 14 unit, Campakamulya 51 unit, Cianjur 37 unit, Cibeber 13 unit, Cibinong 61 unit, Cidaun 19 unit, Cijati 84 unit, Cikadu 139 unit, hingga Cikalongkulon dengan jumlah terbanyak mencapai 295 unit.
Selanjutnya, pembangunan juga mencakup Kecamatan Cilaku sebanyak 16 unit, Ciranjang 161 unit, Gekbrong 67 unit, Kadupandak 268 unit, Karangtengah 37 unit, Leles 44 unit, Naringgul 16 unit, Pagelaran 50 unit, Pasirkuda 19 unit, Sukanagara 38 unit, Takokak 37 unit, serta Tanggeung sebanyak 21 unit.

Dalam kesempatan itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan pembangunan agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat penerima bantuan.
Bupati berharap pembangunan rutilahu di masing-masing kecamatan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang masih menempati rumah dengan kondisi tidak layak dapat segera memperoleh hunian yang lebih aman, nyaman dan layak.
“Saya berharap pembangunan rutilahu ini bisa selesai dalam waktu kurang dari sebulan di setiap kecamatan, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar dr. Wahyu.
Sementara itu, dalam kegiatan Gorol, Bupati Cianjur bersama masyarakat dan unsur terkait berjibaku memperbaiki salah satu ruas jalan di Desa Sukaraharja. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilaksanakan melalui skema swakelola. Program berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, dengan pelaksanaan di wilayah Jawa Barat.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan sejumlah ruas jalan beton, di antaranya ruas Jalan Jagak–Kolasi dengan panjang sekitar 237 meter dan lebar 2,5 meter, ruas Jalan Cisarua–Wargatunggal sepanjang sekitar 278 meter dengan lebar 2,5 meter, serta ruas Jalan Wargasari–Kampung Kramat sepanjang sekitar 125 meter dengan lebar 2,5 meter.
Kehadiran Bupati Mohammad Wahyu Ferdian dalam kegiatan Gorol menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi bersama masyarakat.
Selain mempercepat penyelesaian pembangunan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di lingkungannya.
Melalui gotong royong, pembangunan infrastruktur di tingkat desa diharapkan tidak hanya menghasilkan akses jalan yang lebih baik, tetapi juga memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga Desa Sukaraharja dan wilayah sekitarnya.
Asep R. Rasyid











