Dugaan Keracunan Makanan Program MBG Kembali Terjadi, Sedikitnya 196 Siswa Sekolah di Cianjur Dirawat di Rumah Sakit dan Puskesmas

WartaParahyangan.com

CIANJUR – Sedikitnya 196 anak sekolah di Kabupaten Cianjur dilarikan ke beberapa rumah sakit dan puskesmas, diduga akibat keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi mereka di sekolah masing-masing, Selasa (27/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di SDN Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur selatan, dan di 6 sekolah di wilayah Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur utara.

Di SDN Wargasari ada 20 siswa yang diduga keracunan makanan Program MBG. Dari total 20 siswa, dua orang harus dirujuk ke RSUD Pagelaran, sedangkan 18 siswa lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Kadupandak.

Sedangkan di Cikalongkulon, anak-anak yang diduga keracunan makanan Program MBG tersebut berasal dari enak sekolah mulai dari PAUD, SD hingga MTs. Mereka dirawat di Puskesmas Cijagang Puskesmas Cikalongkulon.

Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum dapat menyimpulkan sumber kejadian. “Memang benar ada siswa SD di Wargasari yang mengalami keracunan. Untuk penyebabnya masih kami dalami,” ujarnya.

Siswa SDN Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur selatan, yang diduga keracunan makanan Program MBG saat ditangani di Puskesmas Kadupandak, Selasa (27/1/2026).

Menurut Kapolsek, kepolisian terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta pihak terkait untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus menelusuri faktor pemicu kejadian.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Wargasari, Juanda, yang menyebut jumlah siswa terdampak bertambah berdasarkan data terakhir. Mereka dirawat di RSUD Pagelaran, dan Puskesmas Kadupandak.

Juanda mengungkapkan, berdasarkan informasi awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang disuplai dari Dapur SPPG Gandasari. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang,” katanya.

Sementara itu, Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, mengatakan hingga Selasa (27/1/2026) pukul 19.00 WIB, jumlah warga yang tercatat mengalami gejala keracunan mencapai 176 orang. Rinciannya, 170 orang ditangani Puskesmas Cijagang dan 6 orang ditangani Puskesmas Cikalongkulon.

Anak-anak yang diduga keracunan makanan Program MBG saat ditangani di Puskesmas Cijagang, Cikalongkulon, Selasa (27/1/2026) malam.

Para korban yang diduga keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan oleh SPPG CV Yayasan Sain Bina Cendekia itu berasal dari enam sekolah yang tersebar di wilayah Kecamatan Cikalongkulon mulai dari PAUD, SD, hingga MTs.

Kapolsek Cikalongkulon AKP Arif Titim Firmanto menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan lokasi serta sisa makanan untuk keperluan pemeriksaan. Sampel makanan juga diamankan dari dapur penyedia dan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Menu makanan yang dikonsumsi antara lain ayam suwir, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka. Gejala yang dirasakan korban umumnya pusing, mual, dan muntah,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, pada malam Selasa (27/1/2026), bergerak cepat menjenguk para korban yang di rawat di rumah sakit dan sejumlah puskesmas. Ia ingin memastikan penanganan terhadap anak-anak yang diduga keracunan itu dilakukan dengan seoptimal mungkin.

“Saya minta para tenaga kesehatan memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien ini, dan gratis,” pesan dr. Wahyu kepada para perawat dan kepala puskesmas yang dikunjunginya tersebut.

Asep R. Rasyid

Leave a Reply