KNPI Versi Musda XVI Datangi DPRD, Soroti Legalitas dan Tata Kelola Hibah Pemuda

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Pengurus DPD KNPI Kota Sukabumi hasil Musyawarah Daerah XVI menggelar audiensi dengan pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Kamis (8/1/2026). Rombongan yang dipimpin Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi Periode 2025–2028, Tantan Sutandi, diterima Ketua DPRD Kota Wawan Juanda, didampingi Wakil Ketua Rojab Ashari, di gedung DPRD setempat.

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan hasil Musda XVI yang digelar pada 13 Desember 2025 sekaligus melaporkan susunan pengurus inti KNPI Kota Sukabumi. Dalam pertemuan itu, KNPI menyampaikan sejumlah pandangan strategis kepemudaan yang mencakup aspek regulasi, anggaran, dan evaluasi, selaras dengan fungsi DPRD.

Tantan menilai, dari sisi regulasi Pemerintah Kota Sukabumi telah memiliki dasar hukum melalui Perda Kepemudaan. Namun ia mengingatkan agar implementasi kebijakan kepemudaan, khususnya dalam pengelolaan anggaran, dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, penyaluran dana hibah harus berbasis legalitas yang jelas dan tidak diberikan secara serampangan, baik kepada individu maupun lembaga. Selain itu, setiap penggunaan anggaran perlu disertai mekanisme monitoring dan evaluasi agar dapat dipertanggungjawabkan secara organisatoris.

Terkait dinamika kepengurusan KNPI, Tantan menegaskan pihaknya memiliki legitimasi hasil Musda dan legalitas organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap pemerintah bersikap objektif dan berpegang pada aspek hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.

“KNPI ke depan akan fokus pada penguatan visi dan misi gerakan kepemudaan serta membangun sinergi konstruktif dengan Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan DPRD terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

Ia mengakui adanya dinamika dualisme kepengurusan di tubuh KNPI Kota Sukabumi. Namun secara yuridis, menurutnya, kepengurusan KNPI hasil Musda XVI memiliki legitimasi yang lebih kuat. Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat berperan aktif untuk menyatukan perbedaan demi kepentingan pemuda dan pembangunan daerah.

Wawan menambahkan, dinamika tersebut justru mencerminkan besarnya potensi dan antusiasme pemuda di Kota Sukabumi yang perlu diarahkan secara positif dan produktif.

Jenal