WartaParahyangan.com
SUKABUMI – Sejumlah orang tua siswa di SDN Kopeng I, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mengeluhkan temuan pada kemasan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kering yang dibagikan pada Ramadan, Selasa (3/3/2026).
Keluhan muncul setelah ditemukan satu butir telur ayam mentah dalam paket makanan yang sudah dalam kondisi pecah. Akibatnya, isi telur membasahi makanan lain di dalam kemasan sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi siswa.
Selain itu, orang tua juga menyoroti kemasan yang dianggap kurang memenuhi standar keamanan, sehingga berpotensi menyebabkan makanan rusak selama proses distribusi.
Menanggapi hal itu, Cici Fitriani selaku Ahli Gizi Dapur SPPG Gunungpuyuh Karangtengah III menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam penyajian paket MBG tersebut.

“Kami meminta maaf atas kekurangan yang kami berikan kepada penerima manfaat, khususnya siswa. Kami juga berterima kasih atas masukan dari Bapak Satgas, Pak Andri Setiawan. Ke depan, kami akan terus berusaha memperbaiki agar penerima manfaat dalam hal ini siswa dapat menerima makanan yang bergizi dan sesuai dengan juknis dari atas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, saat melakukan kunjungan ke sekolah dan dapur SPPG menjelaskan bahwa sebelumnya SD Kopeng I dilayani oleh SPPG Sriwidari. Namun sejak hasil pemerataan pada Januari 2026, pelayanan dialihkan ke SPPG Karangtengah III.
Menurut Andri, selama Ramadan, menu yang diberikan cenderung berupa makanan kering. Permasalahan muncul karena adanya telur mentah dalam paket tersebut tanpa keterangan yang jelas. “Anak-anak tidak tahu apakah itu telur matang atau mentah. Karena tidak ada pemberitahuan, akhirnya dikocok dan pecah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta agar ke depan kemasan menggunakan kotak yang lebih kokoh agar tidak mudah rusak dan mencegah makanan pecah atau tercampur.
Jenal

















