Wujud Kepedulian Sosial, Owner Dusun Stroberi Renovasi Rumah Warga yang Lapuk Dimakan Usia

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Pasca rumahnya ambruk akibat lapuk dimakan usia dan diterjang hujan deras disertai angin kencang, Pepen (51), warga Kampung Rancawalini RT 01/RW 12, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, akhirnya bisa bernapas lega.

Rumah berukuran 4×6 meter miliknya itu kini mulai direnovasi berkat bantuan dari Owner Dusun Stroberi, H. Uus Suryana. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.

“Ini rumah karyawan kebun milik PTPN 1 Regional 2. Saya sudah tinggal di sini sejak kecil sampai sekarang umur 51 tahun,” kata Pepen, Minggu 19 April 2026.

Menurut Pepen, kondisi rumah sudah rusak parah selama 3 bulan terakhir. Kayu-kayu penyangga lapuk sehingga atap bocor setiap hujan turun. Rumah tersebut ditempati Pepen bersama 4 anggota keluarga lainnya.

“Dari perusahaan tidak ada bantuan untuk renovasi rumah. Karena saya juga kerja di perusahaan, jadi tidak mau membebani,” ujarnya.

Pepen mengaku sangat bersyukur atas bantuan H. Uus Suryana. “Saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga Pak H. Uus panjang umur dan banyak rezekinya,” ujar Pepen.

Program CSR Dusun Stroberi

Owner Dusun Stroberi, H. Uus Suryana, mengatakan bantuan renovasi rumah ini merupakan bagian dari program CSR untuk perumahan karyawan di sekitar wilayah operasionalnya.

“Alhamdulillah Dusun Stroberi sewa lahan ke PTPN di Desa Patengan. Kontribusi kami salah satunya lewat program seperti renovasi rutilahu ini,” jelas H. Uus.

Ia menyebut sudah 6 rumah direnovasi murni dari CSR Dusun Stroberi. Jika ditotal dengan kolaborasi bersama pemerintah desa dan kecamatan, jumlahnya mencapai 15 rumah. Beberapa titik yang sudah dibantu antara lain RW 12 Rancawalini, Kampung Camara, Kampung Rancasuni dan Kampung Eul Eul Desa Indragiri.

Owner Dusun Stroberi, H. Uus Suryana.

“Kalau dilihat kerusakannya sudah 70 persen, langsung kami renovasi. Biayanya kolaborasi, kalau ada program Rutilahu dari desa ya kami yang menambal kekurangannya,” kata H. Uus.

Ia mengaku tergerak membantu karena dirinya asli putra daerah Rancabali. “Saya dari kecil besar di sini dan punya objek wisata di sini. Jadi tidak ada salahnya membantu warga Kecamatan Rancabali,” ucapnya.

H. Uus juga mengajak pengelola objek wisata lain untuk ikut berkontribusi. “Kalau dipikul bareng-bareng pasti ringan. Mudah-mudahan di momen Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 sekarang ini, kita bisa lebih peduli kepada masyarakat yang membutuhkan,” ajaknya.

Ia juga berharap, Bandung Bedas bisa lebih Bedas lagi, dan jalan menuju destinasi wisata di wilayah Rancabali khususnya bisa dilebarkan.

Lily Setiadarma

Leave a Reply