WartaParahyangan.com
BANDUNG – Di tengah hamparan kebun teh milik PTPN 1 Regional 2 di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, berdiri destinasi wisata keluarga Pemandian Air Panas Ciwalini. Tempat ini jadi pilihan favorit untuk mengisi liburan sambil relaksasi.
Daya tarik utama Ciwalini adalah kolam air panas alami yang bersumber langsung dari Gunung Patuha. Airnya mengandung mineral seperti yodium yang diyakini berkhasiat untuk kesehatan.
“Air panas di kolam ini mengandung yodium, jadi khasiatnya untuk pegal-pegal dan rematik,” ujar Aca, petugas ticketing Kamar Rendam & Terapi Ikan Ciwalini, kepada wartaparahyangan.com di lokasi tempat wisata setempat, Minggu (19/4/2026).

Fasilitas Lengkap untuk Semua Usia
Ciwalini menyediakan kolam air panas untuk anak dan dewasa dalam satu area. Ini memudahkan orang tua mengawasi anak saat berendam bersama. Bagi yang ingin privasi, tersedia kamar rendam tertutup. Tarifnya Rp25.000 per orang untuk 25 menit. Ada juga kamar keluarga kapasitas 6-8 orang dengan tarif Rp175.000 per jam.
Selain berendam, pengunjung bisa menikmati terapi ikan seharga Rp10.000 per orang untuk 25 menit. “Terapi ikan itu manfaatnya, pertama, buat mengambil kulit mati, yang keduanya bisa buat rematik-rematik, yang ketiganya buat pencerahan aura karena enzim-enzim ikan itu bikin kita fresh, bisa ketawa,” jelas Aca.
Wisata Alam dan Wahana Outbound
Panorama kebun teh dan udara sejuk Rancabali jadi nilai tambah Ciwalini. Pengunjung bisa jalan santai menikmati hijaunya kebun teh untuk menenangkan pikiran.

Tak hanya itu, Ciwalini juga dilengkapi wahana outbound, flying fox, ATV, dan lainnya. Kombinasi rekreasi, relaksasi, dan petualangan membuat tempat ini cocok untuk liburan keluarga.
Menurut Aca, puncak kunjungan terjadi setiap akhir pekan dan hari libur besar. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu paling ramainya. Untuk hari biasa ada pengunjung, tapi tidak sebanyak weekend,” katanya.
Harapan pengelola sederhana: pengunjung pulang dengan bahagia. “Pesan buat pengunjung yang kami harapkan itu kebahagiaan mereka, terus kepuasan mereka dalam berendam di kolam air panas beserta keluarga,” tutup Aca.
Lily Setiadarma











