Puncak Peringatan May Day 2026, Menteri LH Bersama Buruh Tanam Pohon di Kawasan Konservasi Pasirjambu

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Bandung berlangsung berbeda. Jika biasanya identik dengan aksi unjuk rasa dan penyampaian tuntutan, kali ini ratusan buruh memilih turun langsung melakukan penghijauan bersama Menteri Lingkungan Hidup RI.

Kegiatan bertajuk “Eco Walker May Day 2026 Bandung Bedas Bersih Menuju Indonesia Asri” itu dipusatkan di kawasan Balai Pendidikan Pelatihan Pembangunan Karakter SDM Transportasi (BP3KSDMT) di Kampung Papakmanggu RW 13, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (10/5/2026).

Acara tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pekerja, pemerintah, aktivis lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., hadir langsung memimpin penanaman pohon tersebut, didampingi Sekda Jabar Herman Suryatman, Bupati Bandung Dadang Supriatna, jajaran Forkopimda setempat seperti Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dandim 0624, Kapolresta Bandung, serta Kepala Disnaker Kabupaten Bandung dan Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Eyang Memet.

Ketua Panitia May Day Kabupaten Bandung Dede Agus Kusriana, saat menyerahkan bibit tanaman kepada Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan BP3KSDMT Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (10/5/2026).

Ratusan peserta dari serikat pekerja, komunitas lingkungan, dan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menanam ribuan bibit pohon ditanam di lahan desa yang menjadi area prioritas konservasi.

Target Restorasi 12,4 Juta Hektare

Menteri LH Jumhur Hidayat menyebut penanaman pohon ini bagian dari upaya nasional memulihkan 12,4 juta hektare lahan kritis di Indonesia. Ia mengapresiasi inisiatif buruh dan Pemkab Bandung yang menjadikan perayaan May Day sebagai gerakan lingkungan.

“Secara nasional kita akan terus bekerja. Terima kasih atas inisiatif teman-teman buruh dan Pak Bupati yang memulai kembali gerakan penanaman pohon,” ujar Jumhur.

Ia menegaskan pelestarian alam tidak bisa hanya bergantung pada anggaran negara. Gerakan ini harus jadi kerja bersama lintas generasi dan sektor. “Kalau ini jadi gerakan bersama, saya yakin hasilnya akan besar. Semua pihak harus punya tekad memuliakan bumi,” katanya.

Jumhur juga menyoroti target Presiden RI untuk menuntaskan persoalan sampah dalam dua tahun. Ia berharap Bandung Raya bisa menyelesaikannya lebih cepat, bahkan kurang dari setahun. “Sampah ke depan harus diolah jadi energi listrik, pelet pengganti batu bara, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono saat menanam bibit tanaman dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan BP3KSDMT Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (10/5/2026).

Komitmen 12 Ribu Pohon dari Buruh

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut kehadiran Menteri LH sebagai momentum memperkuat pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi. Dalam kegiatan ini hampir 12 ribu pohon ditanam bersama buruh dan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini jadi ikhtiar melestarikan lingkungan sehingga tidak terjadi lagi banjir bandang di Kabupaten Bandung,” kata Dadang.

Ia menambahkan, Pemkab dan serikat buruh sudah sepakat mendorong 90 ribu buruh di Kabupaten Bandung menanam dua pohon per orang, baik di rumah maupun di lingkungan perusahaan.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara menilai kolaborasi buruh, pengusaha, dan pemerintah jadi langkah strategis melindungi kawasan konservasi, terutama lahan kritis. Ia juga menyebut Pemkab masih menunggu regulasi pusat terkait Satgas Integrasi PHK, sekaligus menyiapkan kebijakan perluasan kerja dan program pemagangan. Saat ini angka pengangguran Kabupaten Bandung masih 6,68 persen.

Apresiasi dari Aktivis Lingkungan

Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Eyang Memet, mengaku terkesan dengan keterlibatan buruh. “Ini sesuatu yang luar biasa. Kita jarang melihat buruh memiliki perhatian besar terhadap konservasi,” ujarnya.

Eyang Memet saat memberikan Buku Pustaka Pohon kepada Mentri LH RI Jumhur Hidayat. Buku tersebut hasil karya Eyang Memet yang isinya memuat 100 jenis pohon lengkap dengan barcode.

Ia menekankan pentingnya perencanaan matang karena tiap wilayah punya karakter tanaman berbeda. “Kalau bicara lingkungan, itu harus berkelanjutan. Jadi harus dipersiapkan sejak awal,” kata Eyang Memet.

Kepala Desa Cibodas H. Willy Wirasasmita menjelaskan, lahan yang dipakai merupakan tanah kas desa seluas 50 hektare. Khusus di lokasi kegiatan, luasnya sekitar 21 hektare dan sebagian mulai dihijaukan lewat May Day 2026.

Ketua Panitia May Day Kabupaten Bandung Dede Agus Kusriana menyebut sekitar 500 peserta hadir dari unsur buruh dan 16 serikat pekerja. “Hari ini kita tanam kurang lebih 5.000 pohon di tanah Desa Cibodas,” katanya.

Puncak rangkaian May Day Kabupaten Bandung akan dilanjutkan Rabu, 13 Mei 2026, lewat kegiatan Eco Walker dan aksi bersih-bersih lingkungan. Tahun ini semangat May Day tidak hanya fokus pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan hidup dan masa depan bumi.

Lily Setiadarma

Leave a Reply